Mustafa Melih Ahıshalı, Serdar Dincel
12 April 2026•Update: 12 April 2026
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan tidak tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat dalam satu hari perundingan di Islamabad merupakan hal yang “wajar” mengingat tingginya tingkat ketidakpercayaan pascakonflik.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Minggu, Baqaei mengatakan pembicaraan berlangsung dalam suasana penuh kecurigaan setelah perang selama 40 hari.
“Perundingan ini berlangsung dalam suasana yang tidak hanya dipenuhi ketidakpercayaan, tetapi juga keraguan dan kecurigaan setelah perang 40 hari yang untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya.
“Karena itu, wajar jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam satu pertemuan. Tidak ada pihak yang memiliki ekspektasi seperti itu,” tambahnya.
Baqaei juga menyoroti kompleksitas agenda pembahasan, termasuk isu Selat Hormuz dan dinamika kawasan yang lebih luas, yang dinilai memperumit negosiasi.
Ia menyebut kemajuan telah dicapai dalam beberapa isu, namun perbedaan pada “dua atau tiga poin utama” menghalangi tercapainya kesepakatan dengan Washington.
Baqaei tidak memberikan kepastian terkait kemungkinan putaran lanjutan perundingan.
Dalam pernyataan terpisah di platform X, ia menyebut pembahasan mencakup berbagai aspek utama, termasuk Selat Hormuz, isu nuklir, kompensasi perang, pencabutan sanksi, serta penghentian penuh konflik terhadap Iran dan kawasan.
“Keberhasilan proses diplomasi ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, menghindari tuntutan berlebihan dan tidak sah, serta menerima hak dan kepentingan sah Iran,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Pakistan atas peran mereka sebagai tuan rumah dan upaya dalam memfasilitasi proses tersebut.
Sementara itu, kantor berita Mehr melaporkan delegasi Iran telah meninggalkan Pakistan.
Perundingan langsung dan tidak langsung antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan di Islamabad berlangsung sekitar 21 jam, namun berakhir tanpa kesepakatan.