Tarek Chouiref
12 April 2026•Update: 12 April 2026
Iran menyatakan perundingan dengan Amerika Serikat di Islamabad hanya akan berhasil jika Washington menghentikan tuntutan yang dinilai “berlebihan” dan “tidak sah.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Minggu menegaskan bahwa keberhasilan proses diplomasi bergantung pada keseriusan dan itikad baik dari pihak AS, serta pengakuan terhadap hak dan kepentingan sah Iran.
“Keberhasilan proses diplomasi ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, menghindari tuntutan berlebihan dan tidak sah, serta menerima hak dan kepentingan sah Iran,” ujarnya.
Dalam pernyataan di platform X, Baghaei mengatakan perundingan di Islamabad berlangsung tanpa henti sejak Sabtu dini hari, dengan pertukaran berbagai pesan dan draf kesepakatan antara kedua pihak.
Ia menyebut pembahasan mencakup isu Selat Hormuz, program nuklir Iran, kompensasi perang, pencabutan sanksi, serta penghentian penuh perang terhadap Iran dan kawasan.
Baghaei menambahkan bahwa Teheran tidak melupakan apa yang disebutnya sebagai “itikad buruk” Amerika Serikat serta rekam jejak pelanggaran komitmen, dan tidak akan memaafkan “kejahatan serius” yang dilakukan AS dan Israel dalam konflik terbaru.
Secara terpisah, kantor berita semi-resmi Fars membantah laporan media Barat yang menyebut adanya “ketegangan serius” antara delegasi Iran dan AS selama perundingan.
Menurut Fars, tidak ada media yang hadir di hotel tempat pembicaraan berlangsung di Islamabad, dan hanya dihadiri oleh delegasi Iran, AS, serta pejabat Pakistan.
Laporan mengenai ketegangan, jabat tangan antar delegasi, maupun kedatangan pejabat baru Iran di Islamabad disebut tidak benar.
Pakistan menjadi tuan rumah perundingan yang dinilai sebagai yang paling signifikan antara Iran dan Amerika Serikat sejak 1979, yang berlangsung di tengah gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh.