23 Juli 2026•Update: 23 Juli 2026
Pertemuan Tingkat Menteri Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) ke-33 resmi dibuka di Manila, Filipina, pada Kamis.
Forum yang diikuti perwakilan dari 27 negara itu akan memprioritaskan isu keamanan maritim, kerja sama maritim, serta penguatan kolaborasi dalam menghadapi tantangan seperti terorisme dan keamanan iklim di kawasan Asia-Pasifik.
Menteri luar negeri dan delegasi dari negara-negara anggota, termasuk Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, Korea Selatan, India, Pakistan, serta Uni Eropa, menghadiri pertemuan tersebut untuk membahas berbagai tantangan kawasan sekaligus mendorong kerja sama dalam memperkuat perdamaian dan keamanan di Asia-Pasifik.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn juga turut ambil bagian dalam forum tersebut.
Menteri Luar Negeri Filipina Ma Theresa P. Lazaro membuka pertemuan sebagai ketua ARF.
Dalam sambutan pembukaannya, Lazaro mengatakan ARF tetap menjadi forum yang "tidak tergantikan" untuk dialog politik, keamanan, dan kerja sama antarnegara anggota, bukan ajang konfrontasi.
Ia mengajak seluruh negara anggota memperkuat kerja sama politik dan keamanan dalam menghadapi berbagai tantangan kawasan, dengan penekanan pada upaya memajukan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama melalui dialog serta diplomasi yang berkelanjutan.
Menurut Lazaro, forum tahun ini akan berfokus pada peningkatan keamanan maritim dan penguatan kerja sama maritim, sekaligus mempererat kolaborasi dalam menghadapi tantangan tradisional maupun nontradisional, seperti terorisme dan keamanan iklim.
Didirikan pada 1994, ARF merupakan forum utama untuk dialog dan kerja sama mengenai isu-isu keamanan di kawasan Asia-Pasifik.