Riyaz ul Khaliq
16 Juli 2026•Update: 16 Juli 2026
China menyatakan menolak keras segala bentuk kemungkinan aksi militer Amerika Serikat terhadap Kuba setelah muncul laporan bahwa Pentagon sedang mengkaji rencana kontinjensi untuk kemungkinan operasi militer di negara tersebut.
Beijing juga mendesak Washington menghentikan ancaman militer dan segala bentuk blokade terhadap Havana.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyampaikan pernyataan itu sebagai tanggapan atas laporan CBS News yang menyebut para perencana Pentagon sedang mempertimbangkan berbagai opsi militer, termasuk serangan udara yang dipimpin angkatan darat dengan melibatkan ribuan personel militer Amerika Serikat.
"Kami telah memperhatikan laporan tersebut. Penggunaan ataupun ancaman penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam PBB serta membahayakan perdamaian dan keamanan global maupun regional," kata Lin kepada wartawan di Beijing.
"China dengan tegas menentangnya," ujarnya.
AS diminta hentikan ancaman terhadap Kuba
Pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya dan dikutip CBS News menegaskan bahwa pembahasan tersebut tidak berarti Presiden Donald Trump maupun Pentagon telah memutuskan untuk melancarkan operasi militer.
Merujuk pada hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB dengan hasil 136 berbanding 9 yang mendukung pembahasan sanksi Amerika Serikat terhadap Kuba, Lin mengatakan Washington harus segera menghentikan ancaman militer serta segala bentuk blokade terhadap Kuba.
"China akan terus memberikan dukungan penuh kepada Kuba dalam menjaga kedaulatan nasionalnya dan menentang campur tangan dari pihak luar," katanya.
Lin menambahkan hasil pemungutan suara di Majelis Umum PBB mencerminkan "dukungan internasional yang luas" terhadap Kuba sekaligus menjadi "seruan yang adil untuk mengakhiri blokade."