Nasional

Wapres Ma’ruf: 605 kiai dan ulama meninggal akibat Covid-19

Ma'ruf mengatakan jumlah tersebut berdasarkan data Kementerian Agama per 7 Juli

Adelline Tri Putri Marcelline   | 02.08.2021
Wapres Ma’ruf: 605 kiai dan ulama meninggal akibat Covid-19 Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin menerima dosis pertama vaksin Covid-19 CoronaVac di kediamannya di Jakarta pada Rabu, 17 Februari 2021. ( Sekretariat Wakil Presiden - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan sebanyak 605 kiai, ulama dan para pengasuh pondok pesantren di Indonesia meninggal akibat Covid-19.

Ma’ruf mendapat data tersebut dari Kementerian Agama per 7 Juli.

“Selain itu, cukup banyak santri terpapar virus Covid-19 di lingkungan pesantren selama pandemi menerpa Indonesia," kata Ma'ruf saat berpidato dalam program Kita Jaga Kiai, secara virtual, Senin.

Menurut dia, wafatnya para kiai dan ulama memiliki arti yang sangat penting dan krusial bagi kehidupan umat.

“Meninggalnya para kiai, ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tidak bisa ditambal,” ujar dia.

Dia mengatakan para kiai dan ulama sudah banyak melakukan kontribusi dalam pengembangan ilmu dan agama bagi para santri maupun masyarakat sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menegaskan bahwa pemberlakuan PPKM Level 4 yang diterapkan saat ini semata-mata kebijakan pemerintah untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19

Menurut dia, pemerintah lebih mengutamakan keselamatan masyarakat dengan kebijakan tersebut.

"Semoga PPKM yang kita jalani ini benar-benar berdampak positif dalam rangka menurunkan tingkat penularan," kata dia.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaporkan hingga 4 Juli, sebanyak 584 kiai meninggal dunia di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Abdul Ghaffar Rozin mengatakan peningkatan penularan Covid-19 sangat signifikan terhadap para kiai dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah bagian utara.

“Terutama di seluruh wilayah Madura dan wilayah lain seperti Pati, Kudus, Demak, Jepara, dan daerah lainya secara merata,” kata Ghaffar beberapa waktu lalu.

​​​​​​​

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın