Nasional

Tren kasus Covid-19 mulai meningkat di luar Pulau Jawa

Situasi ini terlihat dari mulai meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit di sejumlah daerah di Sumatra

Nicky Aulia Widadio   | 28.07.2021
Tren kasus Covid-19 mulai meningkat di luar Pulau Jawa Petugas kesehatan menguburkan jenazah yang meninggal akibat infeksi Covid-19 di Pemakaman Simalingkar Medan, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia pada 22 Juni 2021. ( Kiki Cahyadi - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Sejumlah daerah di luar Pulau Jawa, khususnya Sumatra, mulai melaporkan ada tren kenaikan kasus Covid-19.

Situasi ini terlihat dari mulai meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit di sejumlah daerah di Sumatra.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatra Selatan Trisnawarman mengatakan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit di wilayah tersebut telah terisi hampir 80 persen.

Bahkan menurut dia, ruang perawatan intensif (ICU) di rumah sakit rata-rata sudah penuh.

“Di Palembang BOR (bed occupancy rate) bahkan sudah 88 persen, kami sangat khawatir dengan masalah tempat tidur ini. Banyak sekali masyarakat yang tertolak masuk,” kata Trisnawarman melalui konferensi pers virtual pada Rabu.

Sumatra Selatan melaporkan lebih dari 1.000 kasus baru Covid-19 per hari dalam dua hari terakhir dan Trisnawarman mengatakan banyak kasus varian Delta terdeteksi.

“Miris juga ketika tempat tidur sudah banyak terpakai, tenaga kesehatan banyak yang sedang isolasi mandiri dan kelelahan,” lanjut dia.

Trisnawarman juga mengatakan pasokan oksigen di Sumatra Selatan masih cukup, namun ada kelangkaan tabung oksigen.

Pemprov Sumatra Selatan pun telah menyiapkan sejumlah lokasi menjadi tempat isolasi pasien terpusat.

Selain itu, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Aceh dan Kepulauan Riau juga melaporkan tren yang serupa.

Aceh yang sempat melaporkan hanya 11 kasus Covid-19 dalam sehari pada 19 Juli 2021, kini melaporkan 237 kasus baru pada 28 Juli.

“Ketika di Jawa sudah berkurang, Aceh mengalami eskalasi peningkatan yang luar biasa,” kata Ketua IDI Aceh, Safrizal Rahman.

Sementara itu, Ketua IDI Kepulauan Riau Rusdani mengatakan ruang ICU di rumah sakit di Kota Batam telah penuh dan ada 20 orang dokter yang sedang terinfeksi Covid-19 pada saat ini.

Menurut Rusdani, pulau-pulau terpencil di Kepulauan Riau akan sangat mengkhawatirkan apabila sampai terjadi lonjakan kasus.

“Di pulau-pulau itu tidak ada ICU, kalau ada tenaga kesehatan yang kondisinya memburuk di sana itu menyulitkan kami untuk evakuasi. Tidak ada ICU, sumber daya manusia terbatas, malah beberapa kota dan kabupaten tidak ada dokter anestesi dan paru,” papar dia.

Di Provinsi Jambi, Ketua Satuan Tugas Covid-19 IDI Jambi Nirwan Satria melaporkan situasi yang serupa.

Rumah sakit rujukan provinsi di Jambi telah terisi sekitar 90 persen akibat lonjakan kasus. Kekhawatirannya juga meningkat setelah ditemukannya dua kasus varian Delta Plus di wilayah Jambi.

Nirwan menuturkan pihaknya juga telah bersiap untuk menghadapi skenario terburuk yang mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan, salah satunya dengan meminta pasokan oksigen dari PT Pusri apabila stok oksigen habis.

“Kami berharap peningkatan kasus di luar Jawa ini tidak membuat kami di Jambi kewalahan karena kapasitas kami sangat terbatas apabila dibandingkan dengan di Jawa,” ujar Nirwan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.