Nasional

TNI kejar prajuritnya yang membelot ke kelompok bersenjata Papua

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan pengejaran terhadap prajurit yang membelot menjadi prioritas

Erric Permana   | 16.04.2021
TNI kejar prajuritnya yang membelot ke kelompok bersenjata Papua Petugas keamanan yang mencakup Angkatan Darat, Satuan Tugas Keamanan Perbatasan, Polri dan otoritas imigrasi mengadakan operasi pengawasan orang asing dan operasi lainnya menjelang peringatan ulang tahun Gerakan Papua Merdeka (OPM) di Perbatasan Indonesia - Papua Nugin, distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, pada 26 November 2019. ( Muhammad Abdul Syah - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

TNI menyatakan tengah melakukan pengejaran terhadap anggotanya yang bergabung dengan kelompok bersenjata di Papua.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan anggota TNI yang bergabung dengan kelompok bersenjata Papua adalah prajurit yang kabur saat melakukan penjagaan pada 12 Februari 2021 lalu.

Menurut dia, pengejaran terhadap prajurit yang membelot tersebut menjadi prioritas.

"Mempersempit gerak OPM sampai titik terlemah," jelas Suriastawa kepada wartawan pada Jumat.

Kelompok bersenjata di Papua mengklaim seorang anggota TNI Lucky Matuan telah membelot dan bergabung dengan kelompoknya.

Juru Bicara kelompok bersenjata Sebby Sambom mengatakan Lucky Matuan bergabung dengan kelompok bersenjata sejak Februari 2021 lalu.

Bahkan, kata dia, Lucky Matuan menjadi komandan lapangan di kelompoknya dan melakukan penyerangan terhadap pos milik TNI di Kampung Bulapa, Intan Jaya.

"Dalam serangan itu kami menembak tiga anggota TNI dan pasukan kami tidak ada yang menjadi korban," jelas Sebby Sambom kepada Anadolu Agency melalui pesan singkat pada Jumat.

Sebby menuding bergabungnya Lucky lantaran TNI/Polri kerap kali melakukan kekerasan terhadap warga sipil.

"Maka dia tinggalkan tugas TNI dan bergabung untuk melawan balik," jelas dia.

Menurut Sebby bergabungnya anggota TNI ke kelompok bersenjata Papua kali ini bukan kasus pertama yang terjadi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın