Nasional

Sistem pembayaran uang tunai di Inggris akan punah pada 2035

Kelompok Access to Cash Review mendesak Kanselir Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak untuk memberikan perlindungan bagi uang tunai

Maria Elisa Hospita   | 20.02.2020
Sistem pembayaran uang tunai di Inggris akan punah pada 2035 Ilustrasi: Sistem pembayaran tunai. (Foto file - Anadolu Agency)

Greater London

Karim El-Bar

LONDON

Sistem pembayaran uang tunai Inggris dikhawatirkan punah dalam satu dekade mendatang.

Kelompok Access to Cash Review pun mendesak Kanselir Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak untuk memberikan perlindungan bagi uang tunai, termasuk mewajibkan bank agar menyediakan akses uang tunai yang memadai.

Sejak 2017, pembayaran dengan kartu mulai menggeser eksistensi uang tunai.

Kini, 25 persen mesin ATM di seluruh negeri membebankan biaya penarikan karena semakin sedikit orang yang menggunakannya.

Kelompok itu memprediksi bahwa pada tahun 2030, hanya 10 persen pembayaran yang akan menggunakan uang tunai.

Sementara pada 2035, penduduk Inggris akan sepenuhnya meninggalkan sistem pembayaran ini.

Menurut Access to Cash Review, hanya orang lanjut usia, penyandang disabilitas, dan orang-orang yang tinggal di pedesaan yang masih menggunakan uang tunai.

"Hampir dua juta orang Inggris tidak punya rekening bank. Mereka lebih senang bertransaksi dengan kartu," ungkap Natalie Ceeney, ketua Access to Cash Review.

"Banyak orang mungkin menginginkan masa depan serba digital, tetapi kita perlu memastikan bahwa perubahan ini tidak akan menimbulkan kesenjangan ataupun membahayakan perekonomian kita," kata dia lagi.

Sementara itu, seorang juru bicara Departemen Keuangan Inggris mengatakan teknologi telah mengubah aktivitas perbankan jutaan orang.

“Oleh karena itu, kami telah menginvestasikan GBP2 milyar untuk memastikan layanan perbankan setiap harinya tersedia di 11.500 cabang Kantor Pos di seluruh Inggris. Kami juga bekerja sama dengan industri dan regulator untuk memastikan semua orang yang membutuhkan uang tunai dapat mengaksesnya," jelas dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.