Nasional

Sepekan pembatalan haji, 59 jemaah proses pengembalian setoran pelunasan

Jumlah tersebut terdiri dari 25 jemaah haji khusus dan 34 jemaah haji reguler

Adelline Tri Putri Marcelline   | 10.06.2021
Sepekan pembatalan haji, 59 jemaah proses pengembalian setoran pelunasan Ilustrasi: Jemaah haji. (Halil Sağırkaya - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Indonesia melaporkan sebanyak 59 jemaah haji mengajukan pengembalian setoran pelunasan.

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadan Harisman mengatakan jumlah tersebut terdiri atas 25 jemaah haji khusus dan 34 jemaah haji reguler.

Ramadan menuturkan jemaah yang telah mengajukan pengembalian pelunasan ini telah diproses untuk diajukan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Kami proses untuk diajukan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar bisa ditindaklanjuti sesuai alur yang sudah ditetapkan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis.

Dia menjelaskan bahwa secara ketentuan, proses pengembalian berlangsung kurang lebih sembilan hari sampai dana jemaah ditransfer ke rekening masing-masing.

Ramadan menambahkan, Sistem Informasi dan Komputer Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat bahwa ada 15.476 jemaah haji khusus dan 198.371 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan.

Kata dia, Keputusan Menteri Agama No 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H /2020M memberikan pilihan kepada jemaah untuk mengambil kembali setoran pelunasannya.

Ramadan mengatakan jemaah haji reguler dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) secara tertulis kepada Kepala Kantor Kemenag kabupaten atau kota tempat mereka mendaftar.

Namun untuk haji khusus, kata dia, pengajuan permohonan pengembalian ditujukan ke Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tempat mereka mendaftar.

"Untuk tahun 2020, ada 1.688 jemaah reguler dan 438 khusus yang mengajukan pengembalian setoran lunas," jelas Ramadan.

Sebelumnya, pemerintah resmi membatalkan pemberangkatan jemaah haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021.

Keputusan itu diatur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 3 Juni 2021.

Sejumlah pertimbangan menjadi dasar pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah haji.

Seperti, terancamnya kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji akibat pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Pertimbangan lainnya yakni Kerajaan Arab Saudi hingga kini belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.



Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın