Nicky Aulia Widadio
22 Oktober 2020•Update: 23 Oktober 2020
JAKARTA
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan bahwa pergerakan masyarakat saat libur panjang pada akhir Oktober 2020 dapat memicu lonjakan kasus.
Kepala Satgas Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan apabila bepergian.
“Bapak presiden sudah mewanti-wanti, beliau khawatir kalau libur panjang tidak disiapkan dengan baik, kasus akan meningkat. Kita hanya dituntut patuh protokol masyarakat selama liburan,” kata Doni dalam konferensi pers virtual pada Rabu.
Doni menuturkan jumlah kasus aktif di Indonesia pada 20 September-20 Oktober 2020 telah berhasil diturunkan sebesar 6,79 persen di saat kasus aktif global justru meningkat.
Selain itu, angka kesembuhan juga telah meningkat dari 72,5 persen pada 20 September menjadi 79,63 persen pada 20 Oktober 2020.
“Kita tidak boleh lengah dan kehilangan kewaspadaan karena dapat dengan cepat memutar balik keadaan,” ujar dia.
Pasalnya, pengalaman pada libur panjang sebelumnya menunjukkan bahwa angka kasus positif melonjak dan berdampak pada meningkatnya keterisian rumah sakit dan angka kematian dokter.
Kasus pada September 2020 menunjukkan peningkatan yang tertinggi sejak pandemi melanda Indonesia. Puncaknya saat Jakarta harus menarik kebijakan rem darurat pada awal September untuk menekan kasus.
Data Satgas Covid-19 menunjukkan ada kenaikan kasus harian dan kumulatif mingguan sebesar 58-118 persen pada libur panjang 20-23 Agustus 2020.
Kenaikan kasus terasa dalam rentang 10 hingga 14 hari setelah libur panjang.
Situasi serupa juga terjadi pada libur Idulfitri 22-25 Mei 2020, di mana terjadi kenaikan kasus harian dan kasus kumulatif mingguan sebesar 69 persen hingga 93 persen.
“Saat itu kita lengah, kita kurang sigap untuk sosialisasi, jangan sampai libur panjang ini menambah masalah baru,” kata dia.
Kementerian Perhubungan memperkirakan puncak pergerakan masyarakat terkait libur panjang pada 27 Oktober malam hingga 28 Oktober 2020.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar masyarakat tidak berbondong-bondong bepergian pada waktu tersebut untuk menghindari kepadatan.
“Kami identifikasi beberapa daerah yang akan ada kemacetan yaitu ke arah timur, jalan darat. Selain itu juga kapal ke arah Sumatra dan di bandara,” ujar dia.
Kementerian Perhubungan berencana untuk menambah frekuensi penerbangan untuk mengurangi kepadatan di dalam pesawat.
Dia memperkirakan akan ada kenaikan jumlah penumpang transportasi udara sebesar 10 hingga 20 persen pada libur panjang kali ini.