Nasional

Presiden Jokowi minta kasus penyerangan ulama yang belum terungkap dibuka kembali

Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan permintaan itu disampaikan presiden agar tidak ada spekulasi di masyarakat

Erric Permana   | 17.09.2020
Presiden Jokowi minta kasus penyerangan ulama yang belum terungkap dibuka kembali Presiden Indonesia Joko Widodo ( Foto file - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA 

Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) menyelidiki kasus penyerangan ulama yang pernah terjadi di Indonesia dan belum terungkap.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan permintaan itu disampaikan Presiden Joko Widodo agar tidak ada spekulasi di masyarakat mengenai kasus penyerangan ulama salah satunya Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu.

Mahfud menginginkan agar tidak ada spekulasi yang menyatakan pemerintah menutup-tutupi kasus tersebut.

"Semuanya transparan dan proses hukum berjalan terus," kata Mahfud melalui keterangan pers resminya pada Selasa.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa pelaku penusukan ulama Ali Jaber akan dibawa ke pengadilan.

Mahfud membantah spekulasi yang berkembang di masyarakat, bahwa pelaku kemungkinan besar tidak diadili karena sakit jiwa.

“Itu tidak benar, pemerintah transparan dan akan meneruskan kasus ini ke pengadilan,” jelas dia.

Pemerintah melalui Polri sudah bersikap kata dia, pelaku akan terus dibawa ke pengadilan.

Mengenai spekulasi yang menyatakan pelaku sakit jiwa atau tidak, dia menyerahkan sepenuhnya kepada hakim.

"Hakim mungkin nanti akan meminta dokter untuk memeriksa. Polisi tidak akan menghentikan karena alasan sakit jiwa, soal itu biar nanti dipengadilan saja advokat yang mendampingi membela apakah ia sakit jiwa atau tidak," pungkas Mahfud.

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditusuk saat mengisi pengajian di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Bandar Lampung, Lampung oleh seorang pria berinisial Alfin Andrian.

Akibat serang itu, Syekh Ali Jaber mengalami luka di lengan kanannya. Menurut Ali Jaber, jika dia tidak sempat melihat penyerangnya, dada atau leher Syeikh Ali Jaber bisa menjadi sasaran.

Kejadian itu bermula ketika Syekh Ali Jaber sedang mengisi acara wisuda hafidz quran sekaligus mengisi ceramah di Masjid Afaludin.

Tiba-tiba, pelaku penusukan berusia 24 tahun itu berlari naik ke panggung dan menusukkan sebilah pisau kepada Syekh Ali Jaber dan mendarat di lengan kanan Syiekh Ali Jaber.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.