Nasional

Polisi tangkap tiga pelaku peretas situs e-commerce di berbagai negara

Pelaku menyusupi situs e-commerce di Indonesia, juga di Inggris, Afrika Selatan, Australia, Belanda dan Jerman

Nıcky Aulıa Wıdadıo   | 24.01.2020
Polisi tangkap tiga pelaku peretas situs e-commerce di berbagai negara Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Polisi menangkap tiga orang pelaku peretas yang menyebarkan malware JS Sniffer ke berbagai situs e-commerce di berbagai negara.

Ketiga pelaku merupakan warga negara Indonesia berinisial K, 35; ANF, 27; dan N, 23.

Kepala Subdirektorat II Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Komisaris Besar Himawan Bayu Aji mengatakan pelaku tidak hanya menyusupi situs e-commerce di Indonesia dengan JS Sniffer, namun juga di Inggris, Afrika Selatan, Australia, Belanda dan Jerman.

JS Sniffer merupakan malware penyusup yang bisa memantau seluruh informasi yang terdapat di situs target, termasuk informasi perbankan milik pengunjung situs.

“Mereka mencari kerentanan situs e-commerce, lalu membuat ‘pintu’ yang disusupkan dalam situs tersebut sehingga setiap pengunjung yang akan mengakses itu akan melewati pintu yang mereka siapkan,” kata Himawan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Menurut polisi, para pelaku telah beraksi sejak 2017 dan mendapat keuntungan hingga Rp400 juta.

Para tersangka juga memiliki komunitas berbasis jaringan internasional dan beberapa orang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Ketiganya terancam hukuman penjara selama 10 tahun karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Himawan mengatakan penangkapan ini bekerja sama dengan lembaga penegak hukum dan sektor swasta yang tergabung dalam Night Fury Operation.

Night Fury Operation merupakan salah satu program ASEAN Cyber Capability Desk yang dirancang oleh Interpol dan bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pencegahan serangan siber, yaitu Group-IB.

Berdasarkan hasil penelusuran oleh Group-IB, JS Sniffer telah menginfeksi 2,440 situs e-commerce dengan jumlah lebih dari 1,5 juta pengunjung di banyak negara, termasuk Indonesia.

Polri menyatakan akan meningkatkan kerja sama terkait keamanan siber dengan berabgai pihak.

Menurut Himawan ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat agar terhindari dari ancaman malware seperti JF Sinffer.

Pertama, memastikan produk anti-virus yang digunakan selalu up to date. Kedua, menggunakan virtual private network (VPN) ketika berselancar di internet.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.