Nasional

Pemerintah minta industri pertahanan kembangkan fasilitas kesehatan

Sakti Wahyu Trenggono pun meminta industri pertahanan untuk memperhatikan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam memproduksi alat ataupun fasilitas kesehatan

Erric Permana   | 16.07.2020
Pemerintah minta industri pertahanan kembangkan fasilitas kesehatan Wahyu Sakti Trenggono memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta pada 24 Oktober 2019. (Erric Permana - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pemerintah meminta industri pertahanan dalam negeri mengembangkan fasilitas kesehatan membantu melawan pandemi Covid-19.

Saat berkunjung ke fasilitas milik PT Pindad, Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan memperkuat fasilitas dan alat kesehatan merupakan salah satu prioritas pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan.

"Kita ingin punya Faskes yang mumpuni dan hasil produksi Indhan (industri pertahanan) dalam negeri sesuai arahan Presiden Jokowi," kata Wakil Menteri Pertahanan RI Sakti Wahyu Trenggono saat melihat Fasilitas Manufaktur Biosafety Level milik Pindad di Bekasi pada Kamis.

Wamenhan dalam kunjungan ke fasilitas milik Pindad itu melihat langsung prototype lab BSL 2+ (BSL 3) yang sudah lengkap dengan ruang positif pressure dan alat tes PCR.

"Lab BSL2+ ini merupakan terobosan yang sangat baik dalam rangka untuk mendorong mewujudkan kemandirian ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan," tambah dia.

Sakti Wahyu Trenggono pun meminta industri pertahanan untuk memperhatikan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam memproduksi alat ataupun fasilitas kesehatan.

Dia berharap inovasi Bus Mobile Laboratorium BSL-2+ yang dibuat Pindad itu bisa membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mempercepat waktu pemeriksaan pasien dengan tes PCR.

“Pelaksanaan PCR test itu membutuhkan sarana laboratorium untuk melaksanakan testing dan tracing terutama daerah yang menjadi episentrum. Kehadiran Mobile Lab BSL2+ ini akan bisa menjawab tantangan kecepatan dan penetrasi wilayah," kata dia.

Pada kesempatan sama Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan Bus Mobile Laboratorium BSL-2+ yang dibuat perseroan menggunakan standar WHO dan dalam proses sertifikasi dari lembaga kesehatan internasional yang dibawah naungan PBB itu.

"Prototype sekarang hasil kerjasama dengan RS Yarsi. Kita punya kapasitas produksi sebulan untuk 15 unit dengan TKDN sudah 62 persen," jelas Abraham.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.