Nasional

Pemerintah: Masih ada ajakan unjuk rasa di Papua lewat selebaran

Pelaku yang mengajak masyarakat untuk kembali melakukan unjuk rasa itu sudah diketahui pemerintah

Erric Permana   | 09.09.2019
Pemerintah: Masih ada ajakan unjuk rasa di Papua lewat selebaran Massa yang tergabung dalam kelompok mahasiswa Papua anti rasisme, kapitalisme, kolonialisme dan militerisme menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta, Indonesia pada Kamis 22 Agustus 2019. Dalam aksi tersebut mereka mengutuk pelaku pengepungan asrama kamasan Papua di Surabaya serta mendesak untuk menangkap dan mengadili aktor intelektual dibalik peristiwa tersebut. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Pemerintah menyatakan hingga kini kondisi di Papua sudah sangat kondusif pasca-aksi unjuk rasa berujung ricuh di beberapa wilayah.

Meski demikian, Menteri Koordiantor Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut masih ada ajakan untuk masyarakat di Papua menggelar kembali aksi unjuk rasa susulan.

Ajakan unjuk rasa susulan yang berpotensi anarkis tersebut disebarkan melalui selebaran.

Wiranto menyebut bahwa selebaran tersebut merupakan bentuk hasutan kepada masyarakat.

Dia memastikan telah mengetahui siapa pelaku yang mengajak masyarakat untuk kembali melakukan unjuk rasa itu.

Pemerintah menegaskan aparat keamanan telah melakukan upaya pencegahan agar aksi demonstrasi tidak terjadi.

Sebelumnya, Gelombang unjuk rasa terjadi di sejumlah daerah di Papua sebagai respons atas pengepungan dan tindakan rasialis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Sejumlah unjuk rasa berujung ricuh.

Polisi mencatat ada empat orang tewas akibat kerusuhan di Jayapura dan tiga orang tewas akibat kerusuhan di Deiyai.

Polisi pun telah menetapkan 78 orang sebagai tersangka kerusuhan, 57 orang di antaranya terkait dengan kerusuhan di Papua, sedangkan 21 orang lainnya terkait peristiwa Papua Barat.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın