Nasional

Pemerintah gandeng TNI bangun kembali Wamena pasca kerusuhan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan kembali Wamena, Papua, akan rampung pada November mendatang

Erric Permana   | 08.10.2019
Pemerintah gandeng TNI bangun kembali Wamena pasca kerusuhan Anggota TNI dan masyarakat membersihkan puing sisa kerusuhan di Wamena, Papua.(Kodam Cenderawasih XVII/Cenderawasih - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Kementerian Pekerjaan Umum melibatkan TNI untuk membangun kembali kantor pemerintahan, ruko dan rumah yang rusak akibat kerusuhan yang terjadi pada 23 September lalu.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki mengatakan pelibatan Batalyon Zeni TNI dalam pembangunan karena banyak pekerja bangunan yang melarikan diri dan ketakutan untuk bekerja di sana.

Selain itu juga kata dia, pemerintah membutuhkan banyak pekerja untuk melakukan pembangunan di Papua. Sebab, jika menggunakan pekerja dari luar daerah akan sulit.

"Ya persoalannya siapa yang berani [pekerja di Wamena], Banyak yang kabur karena takut," kata Basuki di Kantor Presiden, Jakarta pada Selasa.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mencatat ada sekitar 44 kantor pemerintahan, 450 ruko dan 165 rumah mengalami kerusakan akibat kerusuhan di Wamena.

Berdasarkan catatan kementeriannya, Basuki mengatakan dari 44 kantor pemerintahan yang rusak, 10 di antaranya mengalami rusak berat yakni kantor Badan Pengelola Keuangan serta Diskominfo, PLN dan Dishub.

Dia menargetkan pembangunan kembali Wamena akan rampung pada November mendatang.

Basuki juga menambahkan pemerintah akan menggunakan material yang berasal dari pengusaha lokal.

Basuki menyebut banyak pengungsi ingin kembali ke Wamena karena kondisi di sana mulai berangsur aman.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.