Nasional

Pembangunan infrastruktur di kawasan pariwisata strategis tetap jalan

Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,82 triliun untuk pembangunan infrastruktur di 5 Kawasan Strategis Prioritas Nasional prioritas yang direncanakan sejak 2019 hingga 2021

Iqbal Musyaffa   | 29.05.2020
Pembangunan infrastruktur di kawasan pariwisata strategis tetap jalan Ilustrasi: Pekerja membangun fasilitas infrastruktur ( Foto file - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Pemerintah memastikan tidak ada pembangunan infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang dihentikan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan terus mendorong terselesaikannya pembangunan infrastruktur di lima KSPN untuk mendukung produktivitas sektor pariwisata dalam tatanan kenormalan baru (new normal) akibat dari penyebaran Covid-19.

Kelima kawasan strategis pariwisata nasional tersebut ialah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado - Likupang.

“Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan pandemi Covid-19, pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Jumat.

Menteri Basuki menjelaskan bahwa Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,82 triliun untuk pembangunan infrastruktur di 5 KSPN prioritas yang dilaksanakan sejak 2019 hingga 2021.

Dia merinci pada tahun 2019 alokasi anggaran sebesar Rp1,67 triliun, tahun 2020 sebesar Rp4,19 triliun, dan tahun 2021 sebesar Rp2,96 triliun.

“Anggaran pada tahun 2021 merupakan paket lanjutan 'multi years contract' karena rekomposisi dan perubahan dari single year contract,” jelas Menteri Basuki.

Dia menjelaskan anggaran untuk tahun 2020 yang sebesar Rp4,19 triliun dialokasikan untuk 190 kegiatan, yaitu Danau Toba 70 kegiatan senilai Rp1,38 triliun, Borobudur 32 kegiatan senilai Rp1 triliun, Mandalika 21 kegiatan senilai Rp600 miliar, Labuan Bajo 42 kegiatan senilai Rp870 miliar dan Manado - Likupang 25 kegiatan senilai Rp320 miliar.

“33 persen dari 190 kegiatan sudah dimulai konstruksi fisiknya setara dengan Rp1,47 triliun. Sementara kegiatan swakelola berjalan mencapai 19 persen senilai Rp1,32 triliun untuk pembebasan lahan dan rumah swadaya. Sedangkan proses lelang berjalan mencapai 48 persen senilai Rp1,39 triliun,” urai Menteri Basuki.

Dia mengatakan infrastruktur KSPN yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas seperti penanganan jalan dan jembatan, bidang sumber daya air seperti pembangunan tampungan air dan infrastruktur pengendali banjir, bidang permukiman diantaranya penataan kawasan, dan peningkatan kapasitas tempat pembuangan sampah, dan bidang perumahan meliputi pembangunan sarana hunian pendukung kawasan pariwisata.

Sementara itu, terkait dengan pandemi Covid-19 terdapat beberapa masukan standar protokol keamanan dan keselamatan terpadu di destinasi pariwisata, antara lain penyediaan toilet dengan kualitas bintang 4 untuk KSPN Labuan Bajo dan Borobudur yang premium serta bintang 3 untuk KSPN lainnya.

“Kemudian juga ada penyediaan fasilitas cuci tangan di area-area pedestrian dan destinasi wisata (pasar/UMKM/area souvenir), pelayanan bagi difabel, jaringan dan alat komunikasi, serta dukungan peralatan serta alat transportasi yang baik dan siap digunakan untuk antisipasi kondisi darurat dan bencana,” tambah dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.