Errıc Permana
02 Januari 2020•Update: 03 Januari 2020
JAKARTA
Pemerintah mengizinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdampak banjir di wilayah Jakarta Depok Tangerang Bekasi untuk tidak bekerja.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan pimpinan instansi pemerintah bisa memberikan cuti karena alasan penting kepada pegawainya.
Dalam manajemen ASN kata dia, cuti karena alasan penting seperti keluarga yang sakit atau meninggal atau terdampak bencana alam.
"Lamanya cuti maksimal 1 bulan diserahkan penilaian kepada masing-masing pimpinan instansi," kata Tjahjo melalui pesan singkat pada Kamis.
Sebelumnya, Banjir melanda Jabodetabek dan Banten setelah hujan deras pada malam pergantian tahun.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa Jakarta dan sekitarnya tetap akan diguyur hujan dalam tiga hari mendatang.
BNPB mengatakan, setidaknya 169 titik banjir yang terpantau hingga Rabu malam dengan rincian 63 titik di Jakarta, 97 titik di Jawa Barat dan 9 titik di Banten.
Banjir juga telah mengakibatkan lebih dari 30 ribu orang warga Jakarta mengungsi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan 120 ribu petugas untuk menanggulangi banjir.
Akibat banjir itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan setidaknya 16 orang meninggal akibat banjir di Jabodetabek hingga Kamis pagi.
Data BNPB merinci korban meninggal yang terdata yakni delapan orang di Jakarta, satu orang di Kota Bekasi, satu orang di Kota Depok, satu orang di Kota Bogor, satu orang di Kabupaten Bogor, satu orang di Kota Tangerang, dan satu orang di Tangerang Selatan.