Erric Permana
22 Oktober 2020•Update: 22 Oktober 2020
JAKARTA
Pemerintah Indonesia memastikan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja menjadikan Indonesia ramah terhadap investasi.
Ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Rabu.
“Pemerintah berusaha keluar dari kerumitan birokrasi dengan menyedehanakan regulasi. Harapannya dengan adanya hal tersebut investasi menjadi mudah,” ujar Moeldoko.melalui keterangan resminya pada Rabu
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat terus memperkuat hubungan kedua pihak dan menegaskan kembali kerja sama erat yang terlah terjalin selama ini.
Moeldoko juga menyampaikan mengenai komitmen pemerintah dalam upaya pengembangan kendaraan listrik.
Kepala Staf Kepresidenan juga menyinggung mengenai sektor pariwisata di Indonesia yang sudah berbenah agar tingkat kunjungan semakin meningkat.
"Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingga turis dari Uni Eropa dapat nyaman berwisata," tambah dia.
Pada kesempatan itu, Dubes Uni Eropa Vincent Piket mengatakan hubungan bilateral yang selama ini terjalin diharapkan dapat mencapai tingkat yang lebih erat lagi, salah satunya melalui kerja sama investasi.
Uni Eropa kata dia, sangat mendukung Indonesia dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan dan investasi.
Vincent Piket juga membahas rencana perundingan IEU-CEPA ((Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) antara pemerintah Indonesia dan Uni Eropa.
“Bila perundingan ini tidak dilakukan, pada 2024 Indonesia akan kehilangan hak atas tarif khusus untuk dapat berkompetisi dengan baik,” ujar Piket.