Nasional

Mantan anggota Komnas HAM pertanyakan status operasi Papua usai pelabelan teroris

Mantan Komisioner Komnas HAM Yosep Stanley mengatakan pada Orde Baru, pemerintah menetapkan Papua sebagai Daerah Operasi Militer

Erric Permana   | 07.05.2021
Mantan anggota Komnas HAM pertanyakan status operasi Papua usai pelabelan teroris Massa yang tergabung dalam kelompok mahasiswa Papua anti rasisme, kapitalisme, kolonialisme dan militerisme menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta, Indonesia pada Kamis 22 Agustus 2019. Dalam aksi tersebut mereka mengutuk pelaku pengepungan asrama kamasan Papua di Surabaya serta mendesak untuk menangkap dan mengadili aktor intelektual dibalik peristiwa tersebut. ( Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Mantan Komisioner Komnas HAM Yosep Stanley Adi Prasetyo mempertanyakan status wilayah Papua kepada pemerintah usai pelabelan kelompok separatis sebagai teroris.

Stanley mengatakan pada era Orde Baru Papua ditetapkan sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) dan berakhir pada 1998 lalu.

Namun hingga kini, kata dia, tidak ada kejelasan mengenai kelanjutan status tersebut atau ada kebijakan lain dengan adanya pelabelan tersebut.

"Apakah ini menjadi operasi intelijen, operasi lingkungan tapi tidak operasi militer atau ada operasi yang lain?" tanya Stanley dalam diskusi virtual pada Jumat.

Menurut dia, dengan adanya penambahan pasukan dan juga sulitnya media untuk meliput langsung di wilayah Papua menunjukkan ketidakjelasan status operasi yang diterapkan pemerintah saat ini.

"Pemerintah kita kalau ingin memenangkan hati orang Papua tidak dengan menetapkan OPM itu sebagai DOM. hukumlah OPM itu dengan sasaran-sasaran yang tepat, presisi," jelas Stanley.

Pemerintah Indonesia sebelumnya mengategorikan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), sebagai organisasi teroris.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pelabelan tersebut berdasarkan usulan dari tokoh masyarakat dan pemerintah daerah Papua, serta aparat keamanan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın