Nasional

LBM Eijkman: Belum ada kaitan lonjakan kasus di Indonesia dengan ‘variant of concern’

Indonesia sejauh ini telah menemukan 70 kasus Covid-19 dengan mutasi yang termasuk dalam kategori ‘variant of concern’

Nicky Aulia Widadio   | 10.06.2021
LBM Eijkman: Belum ada kaitan lonjakan kasus di Indonesia dengan ‘variant of concern’ Sejumlah penumpang menunggu untuk naik pesawat menjelang libur Idul Fitri di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Indonesia pada 05 Mei 2021. Meski pemerintah Indonesia telah resmi melarang perjalanan mudik mulai 6-17 Mei untuk mencegah penularan virus korona, sebagian orang masih melakukan perjalanan untuk merayakan Idul Fitri di kampung halamannya. ( Muhammad A.F - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman menyatakan belum ada bukti lonjakan kasus di sejumlah daerah di Indonesia berkaitan dengan penularan varian Covid-19 yang masuk kategori perlu diwaspadai atau ‘variant of concern’.

Ketua LBM Eijkman Amin Subandrio mengatakan Indonesia sejauh ini telah menemukan 70 kasus Covid-19 dengan mutasi yang termasuk dalam kategori ‘variant of concern’.

Sebanyak 31 di antaranya merupakan varian Alpha atau B117 yang pertama kali teridentifikasi di Inggris, 5 kasus varian Beta atau B1351 yang pertama teridentifikasi di Afrika Selatan, serta 34 varian Delta yang pertama kali teridentifikasi di India.

“Sejauh ini belum terbukti ada kaitan antara lonjakan kasus dengan temuan variant of concern tersebut,” tutur Amin kepada Anadolu Agency, Kamis.

Meski demikian, Amin mengatakan whole genome sequencing tengah dilakukan pada sampel pasien Covid-19 di daerah yang mengalami lonjakan untuk mengetahui apakah ada ‘variant of concern’ yang menginfeksi mereka.

Sejumlah daerah seperti Kudus, Jawa Tengah serta Bangkalan, Jawa Timur mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan dalam satu pekan terakhir.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan lonjakan terjadi karena tradisi ziarah, kupatan, serta silaturahmi keluarga dari warga di kedua daerah tersebut selama perayaan Lebaran.

Menurut Satgas, kenaikan kasus Covid-19 mencapai 53,4 persen dalam kurun tiga minggu pasca-Idulfitri.

Indonesia sejauh ini melaporkan 1,88 juta kasus Covid-19, dengan angka kematian melebihi 52 ribu orang.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın