Nicky Aulia Widadio
30 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
JAKARTA
Calon Kapolri Komisaris Jenderal Idham Azis menjanjikan pengungkapan kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada masa jabatannya.
“Begitu nanti saya dilantik, saya akan tunjuk Kabareskrim (Kepala Badan Reserse Kriminal Polri) baru dan saya beri waktu untuk segera ungkap kasus Novel,” kata Idham di Jakarta, Rabu.
Polri telah membentuk tim teknis untuk mengusut kasus Novel pada 1 Agustus 2019, dimana Idham yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri menjadi penanggungjawab.
Presiden Joko Widodo sebelumnya juga meminta agar kasus Novel bisa diungkap dalam tiga bulan begitu tim teknis dibentuk.
Masa kerja tim teknis akan memasuki tiga bulan pada 31 Oktober, namun belum ada hasil pengusutan tim teknis yang diumumkan ke publik hingga saat ini.
Novel sebelumnya disiram menggunakan air keras di bagian wajah pada 11 April 2017 usai salat subuh di masjid di lingkungan rumahnya.
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo meminta agar pengusutan kasus Novel menjadi salah satu prioritas Idham pada masa awal jabatannya sebagai Kapolri.
“Tentu saja kami menunggu Pak Idham Azis menjadi Kapolri sehingga memiliki kewenangan yang lebih besar dan lebih luas dan kami harapkan pelaku penyerangan dan dalang dari kasus Novel segera diungkap,” tutur Yudi ketika dihubungi.