Nasional

Jokowi: Tidak ada toleransi untuk pengganggu demokrasi

Pemerintah tidak akan memberikan ruang kepada perusuh yang akan merusak negara

Erric Permana   | 22.05.2019
Jokowi: Tidak ada toleransi untuk pengganggu demokrasi Kandidat presiden Joko Widodo dalam debat kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Indonesia pada 17 Februari 2019. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Erric Permana

JAKARTA

Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang mengganggu keamanan serta proses demokrasi serta persatuan negara.

Saat memberikan pidato menanggapi bentrokan antara massa aksi demonstrasi pemilu di Bawaslu dengan Polri, pemerintah tidak akan memberikan ruang kepada perusuh yang akan merusak negara.

"Tidak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai dgn aturan hukum yang berlaku," ujar Jokowi sapaan akrab Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta pada Rabu.

Sebagai kepala negara kata Jokowi, dirinya memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas politik dan stabilitas keamanan.

Dia juga menghargai langkah Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang akan mengajukan sengketa pemilihan presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya juga meyakini bahwa hakim di MK akan memutuskan sesuai dengan fakta-fakta yang ada, berdasarkan fakta yang ada," tambah dia.

Bentrok antara massa demonstrasi dengan polisi terjadi sejak Selasa malam setelah ada aksi penolakan hasil Pemilu 2019 di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Polisi telah membubarkan massa secara tertib sekitar pukul 10 malam, namun sekitar pukul 11 malam ada massa yang tiba-tiba datang, memprovokasi, dan merusak kawat berduri.

Bentrok juga terjadi di sejumlah titik lain seperti di Jalan Wahid Hasyim dan Asrama Brimob Petamburan, Jakarta Barat serta Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Massa melempari polisi dengan batu dan bom molotov.

Massa kemudian juga menyerang Asrama Brimob Petamburan dan membakar sejumlah mobil yang berada di depan asrama tersebut.

Polisi berupaya membubarkan massa menggunakan gas air mata dan berupaya bernegosiasi dengan massa.

Polisi telah mengamankan lebih dari 20 orang yang diduga sebagai provokator dari bentrokan sejak Selasa malam.

Juru bicara Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan provokator yang menimbulkan bentrokan berasal dari luar wilayah Jakarta.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın