Nasional

Jokowi: Indonesia tidak menganut prinsip proteksionisme

Presiden Jokowi tidak ingin Indonesia hanya dijadikan pasar dan terjadi praktik perdagangan tidak fair yang membahayakan UMKM

Erric Permana   | 05.03.2021
Jokowi: Indonesia tidak menganut prinsip proteksionisme Presiden Joko Widodo. (Anton Raharjo - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia menganut keterbukaan ekonomi meski dirinya sempat menyatakan benci terhadap produk luar negeri.

Presiden Jokowi, panggilan Joko Widodo, menyatakan Indonesia bukan negara yang menyukai proteksionisme karena sejarah membuktikan paham tersebut sangat merugikan.

"Boleh saja kita ngomong tidak suka pada produk asing. Masa tidak boleh kita tidak suka, boleh saja tidak suka pada produk asing. Begitu saja ramai," jelas Presiden Jokowi saat pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2021, Jumat.

Dia juga menekankan selalu mengundang investasi dan teknologi maju untuk masuk serta membangun pabrik ke Indonesia.

"Silakan pasarnya untuk ekspor. Silakan pasarnya dalam negeri juga silakan. Sehingga kita ini maju bersama-sama. Jangan mereka dapat untung kita jadi penonton. Tidak boleh seperti itu," jelas Jokowi.

"Saya tidak mau negara kita Indonesia hanya dijadikan pasar saja. Saya juga tidak mau ada praktik perdagangan yang tidak fair apalagi membahayakan UMKM. Itu tidak boleh ada," tambah dia.

Presiden Jokowi sebelumnya meminta ada gerakan “benci produk luar negeri”, selain gerakan mencintai produk dalam negeri, saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Istana Negara, Kamis.

Kebencian Presiden Jokowi pada produk asing dilandasi banyaknya praktik-praktik predatory pricing, yaitu praktik menurunkan harga dengan cara dumping, maupun subsidi yang membuat level antarpemain menjadi tidak setara.

Akibat praktik tidak fair ini, banyak UMKM Indonesia hancur.



Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.