Nasional

Jokowi: Indonesia tak lagi masuk 10 besar jumlah kasus Covid-19 tertinggi

Presiden Jokowi menyatakan kasus harian terus turun dari puncaknya pada 15 Juli yang mencapai 56 ribu kasus dan saat ini turun menjadi 2.577 kasus pada 13 September.

Erric Permana   | 15.09.2021
Jokowi: Indonesia tak lagi masuk 10 besar jumlah kasus Covid-19 tertinggi Sejumlah warga melintas di Jalan MH Thamrin saat pemerintah melonggarkan pembatasan Covid-19 di Jakarta, Indonesia pada 14 September 2021. Pemerintah Indonesia telah melonggarkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyusul penurunan kasus Covid-19. Indonesia telah menyuntikkan 115,41 juta dosis vaksin hingga Senin, tetapi hanya 20,22 persen atau 42,1 juta orang yang menerima dua dosis vaksin dari total target 208,26 juta orang. ( Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia tidak lagi masuk dalam 10 besar jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia.

Dia menyatakan kasus harian terus turun dari puncaknya pada 15 Juli yang mencapai 56 ribu kasus dan saat ini turun menjadi 2.577 kasus pada 13 September.

"Sebuah penurunan yang sangat tajam," ujar Jokowi dalam diskusi UOB Economic Outlook 2022 pada Rabu.

Dia menambahkan pada 12 September, angka positivity rate harian Indonesia hanya mencapai 2,64 persen lebih baik dari dunia di angka 8,34 persen.

Dengan membaiknya kondisi pandemi tersebut, Presiden meminta perbankan segera mengucurkan kreditnya untuk para pelaku usaha.

Jokowi --panggilan akrab Joko Widodo-- menyatakan perekonomian Indonesia memiliki peluang untuk tumbuh lebih tinggi karena saat ini pasar ekspor terbuka lebar.

Sejumlah mitra dagang Indonesia, jelas dia, mengalami pemulihan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini.

Dia mencontohkan ekonomi China tumbuh mencapai 7,9 persen, Amerika Serikat tumbuh mencapai 12,2 persen bahkan India mencapai 20,1 persen.

"Peluang ini harus kita manfaatkan untuk mendorong peningkatan ekspor sebanyak-banyaknya," jelas Jokowi.

Dia menyebut investasi juga akan tumbuh lebih tinggi dengan berbagai reformasi struktural yang banyak memberi kemudahan berusaha.

"reformasi perizinan juga sudah mulai berjalan melalui online single submission (OSS) berbasis risiko sehingga menciptakan iklim investasi yang semakin menarik," kata dia.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın