Nasional

Indonesia temukan tiga kasus Covid-19 varian Delta Plus

Dua kasus di antaranya terdeteksi di Jambi dan satu kasus lainnya di Mamuju, Sulawesi Barat

Nicky Aulia Widadio   | 28.07.2021
Indonesia temukan tiga kasus Covid-19 varian Delta Plus Pekerja pemakaman mengenakan alat pelindung diri menyemprotkan disinfektan sisa debu kremasi korban Covid-19 di Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia pada 25 Juli 2021. Indonesia telah menjadi episentrum baru Covid-19 di Asia dengan 3 juta kasus tercatat dan lebih dari 80.000 kematian sejak awal pandemi. ( Johannes P. Christo - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA 

Indonesia telah menemukan tiga kasus Covid-19 dengan varian AY.1 atau Delta Plus.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan dua kasus di antaranya terdeteksi di Jambi dan satu kasus lainnya di Mamuju, Sulawesi Barat.

Kasus tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan sampel spesimen pasien Covid-19 melalui metode whole genome sequencing.

“Ketiga kasus ini merupakan kasus transmisi lokal,” kata Nadia kepada Anadolu Agency, Rabu.

Varian Delta Plus merupakan turunan dari varian Delta (B.161.7.2). Varian Delta sendiri saat ini mendominasi lonjakan infeksi yang terjadi di Pulau Jawa.

Varian Delta Plus pertama kali muncul dalam basis data global pada Maret 2021 dan Badan Kesehatan Inggris (PHE) telah mengkategorikan ini sebagai varian yang menjadi perhatian (variant of concern).

Satu hal yang membedakan Delta Plus dengan varian Delta yakni varian ini mengandung mutasi tambahan K417N pada bagian 'protein spike' yang menutup permukaan virus SARS-CoV-2

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jambi Nirwan Satria mengatakan cukup kaget dengan munculnya temuan kasus dengan varian Delta Plus di wilayah ini.

Satgas Covid-19 IDI belum mengetahui detail dari temuan kasus ini, misalnya terkait siapa pasiennya dan bagaimana bisa muncul di Jambi.

Dia meminta seluruh pihak meningkatkan kepatuhan kepada protokol kesehatan untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Persiapan kami sebagai medis, apa pun variannya yang akan kami lakukan adalah mengedukasi kita semua untuk melindungi diri masing-masing supaya tidak terpapar,” kata Nirwan melalui konferensi pers virtual, Rabu.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.