Nasional

Indonesia sediakan layanan pendaftaran nikah online di tengah ancaman Covid-19

Kementerian agama mengimbau para catin untuk melakukan perencanaan ulang terkait acara pernikahannya dengan memperhatikan kondisi tanggap darurat saat ini

Pizaro Gozali Idrus   | 31.03.2020
Indonesia sediakan layanan pendaftaran nikah online di tengah ancaman Covid-19 Pengantin menggelar akad nikah di Jakarta pada Sabtu, 28 Maret 2020. Pernikahan mereka digelar tanpa resepsi untuk mengurangi penyebaran virus korona (Covid-19) sesuai anjuran pemerintah. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Pemerintah menyediakan layanan pendaftaran nikah secara online seiring dengan kebijakan kerja dari rumah (WFH) akibat wabah Covid-19.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin memastikan layanan pencatatan nikah tetap berjalan.

Namun, kata dia, hal tersebut berlaku bagi calon pengantin (catin) yang sudah mendaftar sebelum kebijakan WFH.

"Untuk saat ini, karena kebijakan WFH bagi semua pegawai Kemenag hingga tingkat KUA, maka pelayanan pencatatan nikah dilaksanakan bagi mereka yang sudah mendaftar," kata Kamaruddin di Jakarta pada Selasa.

Bagi yang saat ini akan mendaftar, kata dia, akan tetap dilayani secara online melalui laman simkah.kemenag.go.id.

Seiring upaya pemerintah mencegah penyebaran wabah COVID-19, Kamaruddin mengimbau para catin untuk melakukan perencanaan ulang terkait acara pernikahannya dengan memperhatikan kondisi tanggap darurat saat ini.

"Jika memungkinkan, waktu seremonial acara pernikahan dijadwal ulang sehingga prosesnya bisa berjalan dalam suasana dan kondisi yang lebih baik," kata dia.

Berikut ini, tahapan yang dilakukan saat akan mendaftar layanan pencatatan nikah secara daring.

1. Klik laman simkah.kemenag.go.id

2. Klik daftar nikah

3. Pilih lokasi dan waktu nikah

4. Masukan data calon suami dan calon istri

5. Cek ulang dokumen

6. Masukan nomor ponsel

7. Unggah foto

8. Cetak bukti pendaftaran.

Sebelumnya, Kementerian Agama telah mengeluarkan protokol akad nikah untuk melawan wabah korona.

Pertama, Membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang.

Kedua, catin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menggunakan masker.

Ketiga, Petugas, wali nikah dan catin Laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın