Nasional

Indonesia kutuk keras pembunuhan Jurnalis Al Jazeera di Tepi Barat

Indonesia juga menyerukan diakhirinya pendudukan Israel terhadap wilayah Palestina dan dilaksanakannya solusi dua negara

Pizaro Gozali Idrus   | 13.05.2022
Indonesia kutuk keras pembunuhan Jurnalis Al Jazeera di Tepi Barat Warga Palestina, membawa foto Shireen Abu Akile dan bendera Palestina, berkumpul untuk memprotes pembunuhan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akile saat meliput serangan Israel pada 11 Mei 2022 di lingkungan Beit Hanina di Yerusalem pada 11 Mei 2022. (Foto file - Anadolu Agency)

​JAKARTA

Indonesia mengutuk keras pembunuhan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh di wilayah Tepi Barat pada Rabu yang telah melanggar norma dan hukum internasional.

“Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban, dan di saat yang sama turut menyerukan investigasi menyeluruh, independen dan transparan terhadap kematian korban,” lansir Kemeterian Luar Negeri dalam pernyataan persenya.

Indonesia juga menyerukan diakhirinya pendudukan Israel terhadap wilayah Palestina dan dilaksanakannya solusi dua negara.

Abu Akleh lahir di Yerusalem pada tahun 1971 dan selama dua setengah dekade terakhir, dia adalah salah satu jurnalis elit Al Jazeera yang meliput situasi di seluruh wilayah Palestina yang diduduki.

Al Jazeera menuduh pasukan Israel dengan sengaja membunuh jurnalis veteran Abu Akleh di Tepi Barat yang diduduki pada hari Rabu.

Sementara tentara Israel mengatakan bahwa penilaian awal menunjukkan Abu Akleh "dibunuh oleh orang-orang bersenjata Palestina."

Otoritas Palestina mengkonfirmasi bahwa Abu Akleh “ditembak mati oleh tentara Israel.”

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın