Nasional

Indonesia klarifikasi China soal kapal Coast Guard di Natuna Utara

Kapal milik China bersikeras tidak mau keluar dari wilayah Indonesia karena mengaku sedang berpatroli di area '9 Dash Line'

Erric Permana   | 14.09.2020
Indonesia klarifikasi China soal kapal Coast Guard di Natuna Utara Ilustrasi: Kapal militer milik China. (Sergey Mihailicenko - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Indonesia meminta klarifikasi kepada China mengenai keberadaaan Kapal Coast Guard milik Negeri Tirai Bambu tersebut di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, Laut Natuna Utara pada 12 September lalu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah mengatakan telah berkomunikasi dengan Wakil Duta Besar China di Jakarta dan mempertanyakan mengenai keberadaan kapal tersebut.

Dalam komunikasi itu kata Faizasyah, Indonesia menegaskan kembali ZEE Indonesia tidak memiliki klaim tumpang tindih dengan perairan China dan menolak klaim Sembilan Garis Putus-Putus ('9 Dash Line') Karena bertentangan dengan UNCLOS 1982.

"Kemlu menerima laporan Bakamla (Badan Keamanan Laut) mengenai keberadaan China Coast Guard (CCG 5204) di wilayah perairan ZEE Indonesia," kata Faizasyah melalui pesan singkat pada Senin.

Sebelumnya, Kapal Coast Guard China kembali masuk wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Laut Natuna Utara pada Sabtu lalu.

Kabag Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita mengatakan Kapal Coast Guard China dengan nomor lambung 5204 terdeteksi sekitar pukul 10.00 WIB di radar dan dilakukan upaya pengusiran oleh KN Nipah 321.

KN Nipah 321 kata Wisnu sempat melakukan komunikasi melalui radio dengan kapal itu untuk menanyakan maksud keberadaannya.

Namun, kapal milik China itu bersikeras tidak mau keluar dari wilayah Indonesia karena sedang berpatroli di area '9 Dash Line' yang merupakan wilayahnya.

Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengatakan setelah sempat bersikeras berada di Laut Natuna Utara, Kapal Coast Guard milik China tersebut pergi dari wilayah Indonesia pada siang tadi.

"Sudah keluar ZEE Indonesia jam 11.28 WIB hari ini," kata Aan Kurnia melalui pesan singkat kepada Anadolu Agency.

Keberadaan kapal China tidak kali ini saja terjadi, pada akhir Desember 2019 hingga awal Januari 2020 sejumlah kapal nelayan China melakukan aktivitas penangkapan ikan di ZEE Indonesia dan dikawal oleh Coast Guard China.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın