Pizaro Gozali İdrus
11 Oktober 2019•Update: 12 Oktober 2019
JAKARTA
Anggota DPR RI Al Muzammil Yusuf mendukung langkah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan Operasi Mata Air Perdamaian untuk mendirikan zona aman bagi pengungsi Suriah.
Menurut dia, operasi ini digelar sebagai bentuk kepedulian bagi pengungsi Suriah.
“Erdogan punya perhatian yang besar terhadap pengungsi Suriah,” ujar Muzammil kepada Anadolu Agency pada Jumat.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai Erdogan adalah sosok yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan HAM.
Erdogan, menurut dia, adalah pemimpin Turki yang memiliki cara pandangan HAM dan berpikiran Islami.
Muzamil pun meminta dunia bisa berkaca atas sepak terjang Erdogan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Erdogan bisa jadi contoh pemimpin dunia dan dunia Islam,” kata dia.
Illiza Sa'Aduddin Djamal, anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), juga mengapresiasi langkah Turki yang ingin membantuk zona aman di Suriah utara.
“Presiden Erdogan sangat concern terhadap persoalan kemanusiaan,” jelas Illiza kepada Anadolu Agency.
Illiza mengatakan Erdogan adalah pemimpin yang sangat responsif dan cepat merespons isu kemanusiaan.
Dia pun meminta masyarakat global untuk melihat persoalan Suriah tidak hanya dari sisi agama, tapi juga dari sisi kemanusiaan.
Illiza juga mengajak pemerintah Indonesia untuk turut aktif memberikan kontribusi kemanusiaan dalam krisis kemanusiaan di Suriah.
“Presiden Joko Widodo selama ini melakukan koordinasi dengan Presiden Erdogan dalam masalah Palestina dan Suriah,” terang dia.
Sementara itu, warga Indonesia juga menyuarakan dukungan terhadap kebijakan Erdogan dalam melumpuhkan kelompok teroris PKK/PYD/YPG yang menciptakan kekacauan di Suriah.
Putri Cendera Permata, 23, karyawan swasta, mengatakan Turki berkomitmen memberantas teroris tanpa pernah membeda bedakan.
“Presiden Erdogan berhak melakukan operasi militer di Suriah utara demi menegakan kedaulatan negara Turki,” ujar Putri kepada Anadolu Agency.
Putri mengatakan PKK/PYD/YPG adalah teroris berbahaya yang di-backup oleh asing.
“Wajib bagi pemerintah Turki memerangi mereka sampai ke akar akarnya," kata dia.
Muhammad Fiqruddin, 27, pengusaha muda, menyampaikan pemerintah Turki sudah melakukan langkah tepat dengan menggelar Operasi Mata Air Perdamaian guna mewujudkan perdamaian wilayah Timur Tengah.
“Teroris musuh bersama bukan hanya bagi Turki tapi peradaban manusia," jelas dia.