Nasional

4.682 babi di Sumut mati terindikasi demam babi Afrika dan kolera

Hog cholera dan virus african swine fever (ASF) tidak menular ke manusia

Nicky Aulia Widadio   | 08.11.2019
4.682 babi di Sumut mati terindikasi demam babi Afrika dan kolera Ilustrasi vaksin untuk flu babi (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Sebanyak 4.682 ekor babi di delapan kabupaten di Sumatera Utara mati terindikasi virus african swine fever (AFS) atau demam babi afrika dan hog kolera sejak September 2019.

Direktur Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian Fajar Sumping mengatakan hal itu didapat setelah uji laboratorium terhadap sampel babi yang mati.

“Dari gejala klinis yang ada dan hasil uji laboratoriun mengarah ke ASF, tetapi ada juga hasil sampel yang positif hog cholera (kolera babi),” kata Fajar ketika dihubungi, Jumat.

Menurut Fajar, virus AFS belum pernah ada di Indonesia. Dia menduga virus terbawa oleh babi yang terinfeksi atau daging babi segar maupun olahan dari babi yang terinfeksi.

“Atau mungkin terbawa dari negara tertular lewat produk olahan babi yg dibawa oleh manusia atau dari sisa makanan dari pesawat dan kapal laut,” ujar Fajar.

ASF bisa menyebabkan kerugian ekonomi bagi para peternak babi karena penyebarannya yang cepat dan luas.

“Virus ASF penyebarannya cepat dan luas sehingga menyebabkan kematian yang tinggi. Itu karena tidak ada vaksin dan obatnya,” jelas Fajar.

Pemerintah, lanjut dia, telah menerapkan biosecurity, penguburan babi yang mati dan desinfeksi, serta mencegah perpindahan babi dan produk yang keluar dari wilayah tertular ke wilayah yang masih bebas.

Fajar menuturkan hog cholera dan virus ASF tidak menular ke manusia sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia.

Daging babi yang terpapar juga tidak membahayakan kesehatan manusia sepanjang dimasak pada suhu 100 derajat celcius.

Namun pemerintah tidak menganjurkan konsumsi babi untuk sementara waktu karena proses penyembelihan dapat menyebarkan virus lagi jika darah dan sisa-sisanya tidak ditangani dengan benar.

“Selain itu daging yang diperoleh tetap mengandung virus yang bisa terbawa bersama daging babi itu,” lanjut dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.