Nasional

106 pengungsi kembali ke Wamena pasca-kerusuhan

Kembalinya 106 pengungsi ini diharapkan diikuti oleh ribuan orang lainnya yang mengungsi pasca-kerusuhan

Nicky Aulia Widadio   | 09.10.2019
106 pengungsi kembali ke Wamena pasca-kerusuhan Seorang polisi bermain dengan anak-anak dari berbagai daerah di Gedung Olah Raga Merauke, Papua. (Muhammad Abdul Syah - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Sebanyak 106 penduduk Wamena yang mengungsi ke Jayapura telah kembali ke rumah mereka pada hari ini.

Mereka sebelumnya mengungsi di Gedung Megantara Lanud Silas Papare, Jayapura akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena pada 23 September 2019. 33 Orang tewas dalam kerusuhan tersebut.

“106 warga Wamena yang sempat mengungsi, kembali lagi sekarang. Ini pertanda bahwa situasi Wamena sudah kondusif,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra di Jakarta, Rabu.

Mereka kembali ke Wamena menggunakan pesawat hercules milik TNI Angkutan Udara pada Rabu.

Kembalinya 106 pengungsi ini diharapkan diikuti oleh ribuan orang lainnya yang mengungsi pasca-kerusuhan.

TNI sebelumnya mencatat ada 3.800 pengungsi di Wamena dan 8.600 pengungsi di Jayapura.

Menurut Asep, aktivitas di sentra ekonomi dan tempat publik di Wamena telah kembali normal. Sekolah-sekolah juga telah memulai aktivitas belajar.

Sebanyak 6.000 personel Polri dan TNI masih bersiaga di Wamena. Asep mengatakan kehadiran personel diperlukan untuk mencegah kemungkinan pecahnya kerusuhan.

“Polri dan TNI menjamin bahwa situasi di Wamena akan aman pasca-kerusuhan, tapi tetap prinsipnya kami mewaspadai hal-hal yang bisa terjadi,” ujar dia.

Kerusuhan di Wamena dipicu oleh hoaks terkait perkataan rasial dari seorang guru terhadap muridnya.

Menurut polisi, informasi itu menyebutkan ada seorang guru yang memanggil siswanya dengan kata “kera”. Sementara versi lain mengatakan yang diucapkan oleh guru tersebut adalah kata “keras”, bukan “kera”.

Namun informasi itu terlanjut menyebar dan memprovokasi kelompok pelajar SMA di Wamena. Massa kemudian bertambah besar dan mulai melakukan perusakan hingga pembakaran fasilitas serta ruko warga.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.