Hayati Nupus
01 Agustus 2018•Update: 01 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) menyebutkan tim evakuasi gabungan Gempa Lombok telah menyelamatkan 1.226 orang pendaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Minggu hingga Selasa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan mereka terdiri dari 696 orang WNA dan 530 WNI.
“Mereka dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Sutopo, Selasa malam, dalam siaran pers.
Sutopo mengatakan angka itu termasuk satu orang jenazah pendaki asal Makassar bernama Muhammad Ainul Taslim yang tewas akibat terkena reruntuhan material Gunung Rinjani setelah gempa Lombok.
Jenazah Muhammad, ungkap Sutopo, kini berada di RS Bhayangkara, Mataram, Lombok.
Evakuasi tersebut, ujar Sutopo, dilakukan oleh 244 orang tim gabungan yang berasal dari Basarnas, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), TNI, polisi, Dalmas, Mapala, dan Relawan.
“Saat ini kawasan TNGR telah kosong dari pengunjung,” kata Sutopo.
Meski begitu, ujar Sutopo, hingga saat ini kawasan TNGR masih dinyatakan ditutup untuk pendakian dan wisata. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan TNGR akan memantau kondisi lapangan terkait ancaman longsor di jalur Sembalun dan Senaru, Gunung Rinjani.
Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang Bali, Lombok, hingga Sumbawa pada Minggu 29 Juli 2018 pukul 5.47 WIB.
Hingga Selasa telah terjadi gempa susulan sebanyak 346 kali dengan intensitas mengecil.
Gempa mengakibatkan 17 orang tewas, 401 orang terluka dan 10.062 orang mengungsi.
Gubernur NTB menetapkan status Tanggap Darurat sepanjang 30 Juli-6 Agustus 2018.