İqbal Musyaffa
01 Oktober 2018•Update: 02 Oktober 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah akan memobilisasi sejumlah alat berat dari kontraktor milik negara dan swasta untuk mengevakuasi korban gempa di Sulawesi Tengah, kata menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat.
Sembilan unit ekskavator yang disiagakan di Petobo dan 5 unit di Balaroa berasal dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV dan kontraktor BUMN/swasta.
Melalui keterangan resmi yang dirilis pada Senin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan kedua wilayah ini menderita kerusakan sangat parah akibat gempa.
“Diperkirakan masih terdapat puluhan orang yang tertimbun di bawah reruntuhan,” ungkap dia.
Menteri Basuki menyatakan kementeriannya fokus pada langkah-langkah penanganan pascabencana, antara lain evakuasi korban bencana, penyediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi, pembersihan kota dari puing-puing bangunan runtuh, serta penyelesaian masalah konektivitas.
Pemerintah, menurut dia, juga akan menyediakan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi di sekitar 80 titik pengungsian dan permukiman padat penduduk.
Sejak Minggu malam, Menteri Basuki mengatakan telah memobilisasi tiga unit dump truck untuk mengangkut 15 hidran umum (HU) kapasitas 2.000 liter/detik, 2 tanki air mobile, 15 wc portable, dan 10 tenda darurat.
“Dalam rangka pembersihan kota, kita memobilisasi 3 dump truck dan 2 ekskavator,” ungkap dia.
Kementerian PUPR bekerja sama dengan pemerintah kota juga mulai melakukan pembersihan puing-puing secara bertahap.
“Dalam dua minggu ke depan selambat-lambatnya, saya minta [pembersihan kota] sudah selesai,” tegas Menteri Basuki.
Selanjutnya, pemerintah juga akan menyelesaikan isu konektivitas guna menjamin kelancaran arus logistik ke Kota Palu dari arah Makassar, Gorontalo dan Poso.
Konektivitas yang akan diselesaikan, menurut dia, antara lain perbaikan dua jembatan yang rusak di Towalen dan di Toyobo serta pembersihan longsoran di beberapa titik yang rentan seperti di kawasan Kebon Kopi yang menghubungkan Kota Palu dengan Parigi-Poso serta Kota Palu dengan Gorontalo.
Menteri Basuki menegaskan pula agar seluruh personil Kementerian PUPR yang bertugas untuk menangani tanggap darurat pasca gempa dan tsunami Palu-Donggala dengan penuh kesungguhan dan empati.
“Kita harus bisa merasakan apa yang masyarakat Palu rasakan,” ujar dia.
Menteri Basuki juga mengatakan agar dalam setiap langkah penanganan, baik swakelola maupun kontraktual, senantiasa memperhatikan aspek administratif dan harus juga didampingi oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).