Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Agustus 2018•Update: 23 Agustus 2018
Muhyeddin Beyca
MYANMAR
Lembaga bantuan Turki mendistribusikan daging hewan qurban ke ribuan Muslim Rohingya, yang merayakan Iduladha dengan getir di Myanmar.
Organisasi Amal dan Solidaritas Cansuyu membagikan daging kepada 5.250 keluarga Rohingya yang teraniaya di desa-desa dan kamp-kamp pengungsi di negara bagian Rakhine barat.
Sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas, menurut Amnesty International.
Lebih dari 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar sejak Agustus 2017, kata laporan terbaru yang dirilis oleh Badan Pembangunan Internasional Ontario.
"Kami menyampaikan bantuan dari donatur kami. Dengan berbagai upaya yang kami lakukan di wilayah ini, kami semua berkorban dan kami mengatakan dengan tegas bahwa kami tidak melupakan saudara-saudari kami di sini," kata koordinator bagian Rakhine dari organisasi itu, Numan Koksal.
Para anggota organisasi juga memberikan permen dan uang saku kepada anak-anak.
Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan yang terus meningkat sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.
PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan - termasuk bayi dan anak kecil - pemukulan brutal, dan penculikan yang dilakukan oleh personil keamanan.
Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.