Mucahithan Avcioglu
13 Juli 2026•Update: 13 Juli 2026
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) membukukan kenaikan pendapatan hampir 36 persen secara tahunan pada semester pertama 2026, didorong tingginya permintaan terhadap chip canggih yang digunakan untuk sistem kecerdasan buatan (AI).
Produsen chip kontrak terbesar di dunia itu mencatat pendapatan sekitar 2,4 triliun dolar Taiwan Baru atau sekitar 75 miliar dolar AS selama periode Januari-Juni 2026, meningkat dibandingkan sekitar 55,2 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.
TSMC juga melaporkan pendapatan pada Juni mencapai sekitar 13,8 miliar dolar AS, naik 68 persen dibandingkan Juni tahun lalu dan sekitar 6 persen dibandingkan Mei.
Kinerja bulanan tersebut mendorong pendapatan kuartal kedua menjadi sekitar 39,6 miliar dolar AS atau meningkat 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
TSMC memproduksi prosesor untuk berbagai perusahaan teknologi besar, termasuk Nvidia dan Apple, serta dinilai sebagai salah satu indikator utama investasi global di sektor server AI dan pusat data.
Perusahaan itu menyatakan permintaan terhadap teknologi manufaktur paling canggih dan kapasitas pengemasan chip tetap tinggi seiring perusahaan komputasi awan dan perancang chip terus memperluas infrastruktur AI.
Chief Executive Officer (CEO) TSMC C.C. Wei pada Juni mengatakan perusahaan kemungkinan masih belum mampu sepenuhnya memenuhi permintaan pelanggan selama beberapa tahun ke depan meskipun kapasitas produksi terus ditingkatkan.
TSMC mengalokasikan hampir 56 miliar dolar AS untuk belanja modal tahun ini, mendekati rekor tertinggi, guna memperluas fasilitas manufaktur dan pengemasan chip canggih di Taiwan dan Amerika Serikat.
Perusahaan dijadwalkan merilis laporan keuangan lengkap kuartal kedua beserta pembaruan proyeksi pendapatan tahunan dan investasi pada Kamis.