Turkiye meluncurkan hasil riset komprehensif yang berisi berbagai rekomendasi kebijakan untuk mengatasi persoalan sosial di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, migrasi, hingga kecerdasan buatan.
Disusun selama hampir empat tahun dengan kontribusi sekitar 600 akademisi, hasil riset yang bertajuk "Laporan Turkiye: Proyeksi, Usulan, dan Solusi" itu diharapkan menjadi peta jalan bagi para pembuat dan pelaksana kebijakan.
Peluncuran laporan yang digagas lembaga bernama Cihannüma bersama Persatuan Akademisi dan Penulis Negara-Negara Islam (AYBIR) tersebut akan diselenggarakan pada 17 Juli. Anadolu menjadi Mitra Komunikasi Global dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum Lembaga Cihannüma sekaligus Anggota Dewan Pembina Yayasan Maarif Turkiye Selim Cerrah mengatakan laporan itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama hampir empat tahun.
Cerrah mengatakan pihaknya telah menggelar 28 lokakarya dengan kontribusi sekitar 600 akademisi dari berbagai universitas di Turkiye.
Berbagai lokakarya tersebut membahas persoalan yang berkaitan dengan sejumlah lapisan masyarakat, mulai dari kecerdasan buatan, kesehatan, pertanian, pengelolaan air, keluarga, generasi muda, digitalisasi, hingga pendidikan tinggi.
"Tujuan kami adalah mengidentifikasi berbagai persoalan Turkiye di sejumlah bidang dan mengembangkan rekomendasi untuk menyelesaikannya," kata Cerrah.
Migrasi menjadi pembahasan pertama
Cerrah mengatakan lokakarya pertama digelar di Gaziantep dengan tema migrasi.
Menurut dia, Turkiye menghadapi gelombang migrasi besar setelah pecahnya perang saudara di Suriah. Lokakarya tersebut membahas secara menyeluruh risiko sosial yang muncul dalam proses itu, kebijakan adaptasi, serta mekanisme pemulangan sukarela.
Cerrah mengatakan laporan-laporan yang dihasilkan memuat rekomendasi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengatasi persoalan yang dihadapi warga Turkiye maupun orang-orang yang terpaksa bermigrasi.
Hasil setiap lokakarya kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dan dibagikan kepada kementerian serta lembaga terkait.
Cerrah mengatakan 28 laporan dari berbagai bidang tersebut selanjutnya digabungkan menjadi satu dokumen bersama.
"Dalam laporan yang disusun oleh 600 akademisi dari berbagai universitas ini, kami memusatkan perhatian pada persoalan yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dan masih menunggu penyelesaian. Melalui laporan bersama ini, kami menawarkan peta jalan kepada para pembuat dan pelaksana kebijakan," ujarnya.
Laporan tersebut akan diperkenalkan kepada publik dalam acara peluncuran yang dihadiri Wakil Presiden Turkiye Cevdet Yilmaz.
Cerrah mengatakan pihaknya juga menganggap penting agar rekomendasi yang diajukan dapat dibahas dan dikembangkan lebih lanjut.
Ia menegaskan kajian itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
"Kami tumbuh dengan berbagai kesempatan yang dimiliki negara ini. Kami tidak merasa negeri ini berutang kepada kami, justru kami merasa berutang kepada negeri ini. Kami memandang kajian ini sebagai sarana untuk menunaikan kewajiban kepada negara, bangsa, dan kemanusiaan," katanya.
Pendidikan mendapat porsi penting
Cerrah mengatakan bidang pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam laporan tersebut.
Ia menyatakan pihaknya memberikan perhatian besar terhadap Model Pendidikan Abad Turkiye.
Cerrah berpendapat pendekatan pendidikan yang diterapkan sejak masa lalu lebih banyak terbentuk di atas landasan materialistis.
Menurut dia, pendekatan pendidikan baru diharapkan dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi yang selaras dengan sejarah dan warisan peradaban Turkiye.
Usulkan pembentukan Badan Industri Kesehatan
Di bidang kesehatan, Cerrah mengatakan Turkiye telah mencatat kemajuan penting dalam pembangunan infrastruktur.
Namun, pihaknya juga mengembangkan berbagai rekomendasi terkait literasi kesehatan, pencegahan kekerasan terhadap tenaga kesehatan, serta penggunaan layanan kesehatan secara lebih efektif.
Cerrah mengatakan sebuah lokakarya khusus juga digelar untuk membahas masa depan industri kesehatan.
Dalam lokakarya itu, pihaknya mengusulkan pembentukan kawasan industri terorganisasi yang terintegrasi khusus untuk sektor kesehatan. Ia menyambut baik langkah untuk merealisasikan usulan tersebut.
Cerrah mengatakan Turkiye juga membutuhkan struktur yang lebih kuat dan terkoordinasi di bidang kesehatan.
"Dalam laporan tersebut, kami mengusulkan pembentukan Badan Industri Kesehatan. Kami menilai lembaga yang memiliki anggaran sendiri serta mengoordinasikan teknologi kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, dan bidang lainnya di bawah satu atap akan membantu mengurangi defisit transaksi berjalan Turkiye sekaligus meningkatkan kapasitas ekspornya," ujarnya.
Produksi pengetahuan menjadi isu masa depan
Cerrah mengatakan pihaknya juga menggelar dua lokakarya terpisah mengenai produksi pengetahuan di perguruan tinggi dan kecerdasan buatan.
Hasil kajian dalam dua bidang tersebut telah diterbitkan dalam bentuk buku.
Menurut Cerrah, produksi pengetahuan akan menjadi salah satu unsur penentu di dunia pada masa mendatang.
Ia mengatakan berbagai peluang yang ditawarkan kecerdasan buatan perlu dimanfaatkan, namun pendekatan kritis terhadap teknologi tersebut harus tetap dipertahankan.
"Kami juga memasukkan kecerdasan buatan ke dalam laporan. Kita tidak dapat mengabaikan kecerdasan buatan, tetapi kita juga tidak dapat menganggap seluruh data yang dihasilkannya sebagai kebenaran mutlak. Cara kita memproduksi pengetahuan dan menyajikannya untuk kepentingan umat manusia merupakan salah satu persoalan paling mendasar pada masa depan," katanya.
Pertanian dan pengelolaan air
Cerrah mengatakan pertanian, peternakan, pengelolaan air, dan kebijakan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam laporan tersebut.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya perlindungan sumber daya air yang dinilai memiliki nilai strategis bagi masa depan.
Menurut Cerrah, kebijakan mengenai pengelolaan air, produksi pertanian, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan akan semakin penting pada masa mendatang.
Ia mengatakan laporan tersebut juga memuat rekomendasi penyelesaian yang komprehensif dalam berbagai bidang tersebut.
Cerrah menambahkan laporan itu tidak hanya akan diterbitkan melalui situs Cihannüma Derneği, tetapi juga dicetak dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada lembaga pemerintah, para pembuat keputusan, dan pemangku kepentingan terkait.