Ekonomi, Nasional

Rupiah melemah tipis jadi Rp14.775 di hari terakhir PSBB Jakarta

Pemerintah Jakarta jangan sampai membuat kesalahan fatal dalam mengambil keputusan terkait PSBB karena akan berpengaruh terhadap masa depan ekonomi Indonesia yang sedang ditunggu-tunggu oleh pasar

Iqbal Musyaffa   | 13.08.2020
Rupiah melemah tipis jadi Rp14.775 di hari terakhir PSBB Jakarta Ilustrasi: Seseorang sedang menunjukkan sejumlah uang rupiah. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Dalam perdagangan sore ini rupiah ditutup melemah tipis 15 point di level 14.775 dari penutupan sebelumnya di level 14.760.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan akan fluktuatif namun ditutup menguat tipis di level 14.740-14.800.

Ibrahim mengatakan faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah antara lain hari ini akan menjadi hari terakhir untuk PSBB transisi di DKI Jakarta.

“Namun jika melihat angka pertambahan kasus di Ibukota yang masih tergolong tinggi dan bahkan memimpin pertambahan kasus secara nasional belakangan ini, bukan tak mungkin ke depan masa transisi PSBB masih akan diperpanjang,” jelas Ibrahim kepada Anadolu Agency, Kamis.

Dia mengatakan dalam upaya menghambat laju kemacetan di Jakarta, pemerintah Jakarta juga telah mengambil kebijakan rem darurat dengan menerapkan ganjil genap di 25 ruas jalan di ibu kota.

“Dalam hal tersebut, pemerintah Jakarta harus berani mengambil keputusan yang tepat apakah akan memperpanjang atau mengehentikan PSBB yang kedua-duanya mempunyai konsekuensi masing-masing,” imbuh dia.

Ibrahim mengatakan apabila Jakarta memperpanjang masa transisi PSBB, maka akan berdampak terhadap PDB kuartal ketiga yang kemungkinan terkontraksi dan berpeluang Indonesia memasuki fase resesi.

Sementara itu, kalau pemerintah Jakarta mengubah dari masa transisi PSBB menjadi masa kenormalan baru, maka akan berdampak positif terhadap perekonomian sehingga PDB kuartal ketiga akan lebih baik walaupun hanya 0 persen.

“Ini yang sedang ditunggu oleh pasar, sehingga pemerintah Jakarta jangan sampai membuat kesalahan fatal dalam mengambil keputusan tersebut karena akan berpengaruh terhadap masa depan ekonomi Indonesia,” lanjut Ibrahim.

Sementara itu, faktor eksternal yang mempengaruhi rupiah menurut dia adalah pengumuman penemuan vaksin Covid-19 oleh Presiden Rusia Vladimir Putin bernama Sputnik V yang akan di produksi massal mulai bulan Oktober 2020 dan dipasarkan di November serta sudah ada 20 negara yang akan memesan vaksin tersebut dengan total 1 miliar dosis vaksin.

Ibrahim mengatakan CEO Souvereign Wealth Fund Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev menyebut Rusia telah mengembangkan vaksin untuk virus Covid-19 dalam enam tahun terakhir terutama untuk penyakit MERS, sehingga wajar bila pengembangannya bisa lebih cepat.

“Walaupun WHO tidak dikonfirmasi dan ada keraguan tentang apakah Russia telah mengembangkan vaksin yang aman begitu cepat, berita tersebut membawa optimisme bagi pasar,” lanjut Ibrahim.

Faktor lain yang mempengaruhi rupiah adalah pasar kecewa terhadap pembicaraan soal stimulus fiskal baru yang masih belum ada keputusan dari Senat AS.

Kubu Partai Republik di House of Representatives (salah satu dari dua kamar yang membentuk Kongres AS) mengusulkan proposal stimulus baru bernilai USD1 triliun, namun kubu oposisi Partai Demokrat enggan menyetujui karena merasa jumlahnya terlalu sedikit.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.