Iqbal Musyaffa
18 Mei 2020•Update: 18 Mei 2020
JAKARTA
Kebijakan pemerintah melarang mudik lebaran untuk mencegah penularan virus korona justru akan berdampak pada anjloknya pertumbuhan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan konsumsi dan daya beli masyarakat sudah turun terlebih dahulu pada kuartal pertama sehingga pada kuartal kedua akan turun lebih dalam karena mudik biasanya mampu menjadi pendorong pertumbuhan konsumsi dan ekonomi.
“Kalaupun ada yang sudah mudik, itu hanya sebagian kecil saja yang sudah pulang sebelum ada larangan mudik sehingga tidak bisa mendorong konsumsi rumah tangga,” ujar Tauhid kepada Anadolu Agency, Senin.
Sementara itu, kata Tauhid, masyarakat menengah ke atas cenderung memilih untuk tidak mudik karena lebih memprioritaskan kesehatan hingga pandemi selesai.
Kemungkinan dari kebijakan larangan mudik ini akan membuat pertumbuhan ekonomi dan konsumsi tumbuh negatif pada kuartal kedua 2020.
“Hasil perhitungan INDEF memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2020 akan memasuki pertumbuhan negatif,” kata dia.
Tauhid menambahkan keterpurukan ekonomi akibat Covid-19 akan akan anjlpk hingga minus 0,69 persen, meskipun dalam skenario beratnya sebesar 0,12 persen, jelas dia.
Kemudian pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga akan mencapai minus 2,08 persen dalam kurun waktu yang sama, sementara pertumbuhan investasi masyarakat (PMTB) akan turun menjadi sebesar minus 5,45 persen.
Konsumsi pemerintah akan turun menjadi sebesar minus 1,48 persen, volume ekspor akan turun menjadi sebesar minus 8,87 persen serta volume impor turun menjadi sebesar minus 10,71 persen.
“Kondisi kuartal kedua tersebut diperkirakan akan bertambah buruk pada bulan-bulan berikutnya sehingga situasi yang terjadi sepanjang tahun 2020,” ujar Tauhid.
pertumbuhan ekonomi akan memasuki skenario berat sekali yakni setidaknya sebesar minus 0,26 persen,” tambah dia.
Tauhid memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga akan turun menjadi minus 1,07 persen, konsumsi pemerintah akan turun menjadi sebesar minus 0,37 persen,
Investasi turun menjadi sebesar minus 7,92 persen, dan pertumbuhan volume ekspor akan mencapai minus 9,00 persen serta pertumbuhan volume impor akan sebesar minus 16,21 persen, kata dia.
“Apabila kebijakan mudik bergeser ke akhir tahun, maka pada kuartal keempat kemungkinan akan ada pertumbuhan konsumsi yang besar karena juga ada libur natal dan akhir tahun,” tambah dia.