Iqbal Musyaffa
27 Oktober 2020•Update: 27 Oktober 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan pertumbuhan belanja pemerintah pada kuartal ketiga akan berkontribusi hingga 18 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara konsumsi rumah tangga diperkirakan mulai mendekati 0 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan peningkatan kontribusi belanja pemerintah meningkat tajam dari kuartal kedua lalu yang terkontraksi 6,9 persen karena ada perubahan alokasi dan akselerasi belanja yang belum terjadi.
Kemudian konsumsi rumah tangga juga mulai membaik setelah pada kuartal kedua terkontraksi 5,51 persen.
“Kita akan lihat nanti dari data BPS untuk pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga,” jelas Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Berdasarkan kondisi tersebut, Menteri Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga berada dalam kisaran minus 1 persen hingga minus 2,9 persen.
“Untuk keseluruhan tahun masih sama dengan proyeksi sebelumnya minus 0,6 persen hingga minus 1,72 persen,” imbuh dia.