Ekonomi

Perdagangan Indonesia untung dengan AS, defisit dengan China

Keuntungan dagang terbesar Indonesia diraih dari Amerika Serikat dengan nilai USD2,91 miliar, tapi dengan China defisit sebesar USD7,1 miliar selama Januari-April tahun ini

İqbal Musyaffa   | 15.05.2019
Perdagangan Indonesia untung dengan AS, defisit dengan China Petugas mengamati uang pecahan 100 USD disalah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Indonesia pada Selasa 3 Juli 2018. ( Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

Iqbal Musyaffa

JAKARTA 

Neraca perdagangan Indonesia dalam kurun waktu Januari-April berhasil mencatatkan surplus dengan sejumlah negara. Tiga negara terbesar yang mencatatkan keuntungan atau surplus adalah Amerika Serikat, India, dan Belanda.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, keuntungan dagang terbesar Indonesia diraih dari Amerika Serikat dengan nilai USD2,91 miliar selama empat bulan pertama tahun ini.

“Keuntungan ini meningkat dari periode sama tahun lalu yang berjumlah USD2,78 miliar,” jelas Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan surplus dagang lainnya diperoleh dari India dengan jumlah USD2,38 miliar atau sedikit berkurang dari keuntungan pada periode sama tahun lalu yang mencapai USD2,63 miliar.

Kemudian surplus lainnya diperoleh dari Belanda dengan jumlah USD805 juta selama Januari-April tahun ini, lebih rendah dari jumlah USD885 juta yang diraih pada tahun lalu.

Defisit dengan China

Sementara itu, berdasarkan data BPS Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan jumlah terbesar dari China yang mencapai USD7,1 miliar selama Januari-April tahun ini.

Jumlah defisit tersebut meningkat tajam dari periode sama tahun lalu yang mencapai USD5,75 miliar.

Defisit perdagangan terbesar kedua diperoleh Indonesia dari Thailand dengan nilai USD1,35 miliar. Defisit ini sedikit berkurang dari peridoe tahun lalu yang sebesar USD1,49 miliar.

Defisit terbesar ketiga diraih Indonesia berasal dari perdagangan dengan Jepang sebesar USD873 juta. Defisit ini meningkat dari periode Januari-April tahun lalu yang berjumlah USD500 juta.

Secara keseluruhan, selama periode Januari-April tahun ini Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar USD2,56 miliar, lebih besar dari tahun lalu yang sebesar USD1,41 miliar pada periode yang sama.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın