Iqbal Musyaffa
16 Juni 2020•Update: 16 Juni 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan walaupun pada kuartal pertama tahun ini ekonomi masih mampu tumbuh positif di angka 2,97 persen, namun pada kuartal kedua, pertumbuhan semakin tertekan yang diperkirakan akan berkontraksi atau tumbuh negatif 3,1 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pada kuartal kedua mulai diterapkan pembatasan sosial berskala besar di berbagai tempat seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan pertumbuhan yang sangat berat ini, maka untuk tetap menjaga ekonomi tumbuh positif menjadi sangat menantang,” ujar Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Dia mengatakan berbagai indikator perekonomian pada kuartal kedua menunjukkan angka yang melemah, seperti kinerja ekspor dan impor yang terkontraksi cukup dalam.
Menteri Sri Mulyani mengatakan ekonomi global pada kuartal kedua termasuk di negara maju, mulai mengarah pada kontraksi hampir dua digit sehingga mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia.
“Ini yang coba kita tangani dan mitigasi sehingga kebijakan pemerintah akan fokus untuk mengelola risiko yang sudah sangat dalam ini agar tidak semakin memburuk,” imbuh Menteri Sri Mulyani.
Dia menambahkan sektor manufaktur pada kuartal kedua juga semakin terkontraksi dalam, khususnya pada bulan Maret dan April, meskipun sudah mulai ada tanda positif pada bulan April dan Mei serta pada awal Juni.
“Yang sedang kita upayakan adalah membalikkan kontraksi menjadi pemulihan yang menjadi tema kita pada kuartal ketiga dan keempat,” tambah dia.
Menteri Sri Mulyani menambahkan pada kuartal ketiga ekonomi akan sedikit membaik dan pada kuartal keempat tumbuh positif sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 akan ditentukan apakah pada kuartal ketiga dan keempat akan lebih baik dan ada perbaikan.
“Kita masih gunakan angka minus 0,4 persen hingga 2,3 persen (proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020), meskipun poin estimasi kita mulai mendekati pertumbuhan 0 persen hingga 1 persen,” lanjut dia.