Ekonomi

Pemerintah: Pemilu aman dorong stabilitas sistem keuangan terjaga baik

KSSK mencermati beberapa potensi risiko, khususnya yang berasal dari perekonomian global, yaitu pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan penurunan volume perdagangan dunia

İqbal Musyaffa   | 24.04.2019
Pemerintah: Pemilu aman dorong stabilitas sistem keuangan terjaga baik Seorang warga menunjukan jari berisi tinta sebagai tanda setelah memberikan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 25 desa Tuban, Kecamatan Kuta Badung, Bali, Indonesia pada 17 April 2019. Hari ini Rakyat Indonesia melaksanakan pemilihan umum secara serentak untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah dan dewan provinsi dan kota (DPRD). ( Mahendra Moonstar - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

Iqbal Musyaffa

JAKARTA  

Pemerintah mengatakan pelaksanaan pemilu yang aman dan damai 17 April lalu meningkatkan kepercayaan publik terhadap stabilitas sistem keuangan.

Sehingga, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyimpulkan stabilitas sistem keuangan triwulan I 2019 terjaga dengan baik.

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil pemantauan lembaga anggota KSSK terhadap perkembangan perekonomian, moneter, fiskal, pasar keuangan, lembaga jasa keuangan, dan penjaminan simpanan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan KSSK mencermati beberapa potensi risiko, khususnya yang berasal dari perekonomian global, yaitu pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan penurunan volume perdagangan dunia, sebagaimana menjadi perhatian dalam Spring Meetings 2oig International Monetary Fund - World Bank.

“Dari sisi domestik, tantangan yang dihadapi adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memacu investasi dan ekspor dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar dia dalam keterangan resmi, Rabu.

Menteri Sri menambahkan KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter, fiskal, makroprudensial, mikroprudensial, dan penjaminan simpanan untuk mempertahankan stabilitas ekonomi serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dia mengatakan dalam bidang fiskal, kinerja APBN secara umum menunjukkan tren positif, baik di sisi pendapatan maupun belanja negara, yang akan mendukung pencapaian target pembangunan 2019.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus mengelola keuangan negara dengan pruden dan transparan,” imbuh Menteri Sri.

Menteri Sri melanjutkan bahwa dengan APBN yang kredibel, diharapkan Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan, termasuk dalam mengantisipasi kondisi perekonomian global yang masih diliputi perlambatan.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pada bidang moneter, Bank Indonesia memfokuskan kebijakan suku bunga dan nilai tukar untuk memperkuat stabilitas eksternal perekonomian, khususnya guna mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

“Selama triwulan I 2019, BI mempertahankan suku bunga acuan (BI7DRR) sebesar 6,00 persen,” ungkap Perry.

Bersamaan dengan itu, BI juga menempuh berbagai kebijakan yang lebih akomodatif untuk mendorong permintaan domestik antara lain melalui strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas di pasar melalui transaksi term-repo secara reguler dan terjadwal, di samping FX Swap.

Kedua, memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan menaikkan kisaran batasan Rasio Intermediasi Makroprudensial menjadi 84-94 persen.

Ketiga, mengakselerasi pendalaman pasar keuangan melalui penguatan market conduct dan penerbitan ketentuan pelaksanaan instrumen derivatif suku bunga rupiah.

Keempat, memperkuat kebijakan sistem pembayaran dengan memperluas elektronifikasi penyaluran bansos, transportasi, dan keuangan pemerintah daerah.

BI juga sedang mempersiapkan QR lndonesia Standard (QRIS) sebagai standar QR code payment di Indonesia untuk memperluas interkoneksi dalam mendukung eksosistem ekonomi keuangan digital.

Selanjutnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memandang bahwa SSK masih terjaga dengan baik yang didukung oleh tingkat permodalan dan likuiditas Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang memadai.

“Kinerja intermediasi LJK juga tumbuh positif dengan tingkat risiko yang manageable,” ungkap Wimboh.

OJK mendukung peran aktif dari sektor jasa keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Wimboh mengatakan prinsip tersebut dilakukan antara Lain dengan memperluas pendalaman pasar, meningkatkan kapasitas pelaku di industri keuangan, dan mengembangkan program pembiayaan sektor jasa keuangan yang berkelanjutan.

Kemudian Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menilai tren kenaikan suku bunga simpanan secara umum sudah melandai dan stabil, sejalan dengan membaiknya kondisi likuiditas perbankan.

Selanjutnya LPS juga melakukan pemantauan dari sisi cakupan penjaminan baik nominal dan rekening karena berdasarkan data terakhir dinilai masih memadai untuk mendukung kepercayaan nasabah kepada sistem perbankan.

Menyambut bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri, KSSK juga membangun sinergi dan koordinasi untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan uang tunai masyarakat, lancarnya transaksi sistem pembayaran, serta layanan jasa keuangan Lainnya.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.