İqbal Musyaffa
13 Maret 2018•Update: 14 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah menjamin penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali Oktober mendatang akan menguntungkan Indonesia selaku tuan rumah.
Meskipun harus mengeluarkan dana hingga Rp800 miliar, namun Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan setengah dari jumlah tersebut akan kembali kepada masyarakat.
Pemerintah saat ini sudah memesan 21 hotel untuk digunakan para peserta pertemuan yang akan berjumlah lebih dari 20 ribu.
“Biaya akan kembali karena peserta membayar biaya hotel sendiri,” ungkap Menteri Luhut seusai rapat koordinasi persiapan pertemuan IMF-World Bank di Jakarta, Selasa.
Pemerintah juga sudah mempersiapkan objek wisata unggulan di Bali dan sekitarnya seperti Banyuwangi dan Lombok. Pengeluaran yang dihabiskan para peserta akan sangat menguntungkan pemerintah daerah.
“Tidak mungkin mereka ke Bali hanya untuk pertemuan saja. Pasti juga ingin beriwsata karena Bali adalah tujuan wisata utama dunia,” imbuh Menteri Luhut.
Selain itu, dia mengatakan seluruh komputer yang dibeli pemerintah untuk acara tersebut akan diserahkan kepada sekolah di tiga wilayah, yakni Banyuwangi, Bali, dan Lombok.
“Mekanisme distribusinya akan diatur masing-masing pemda,” jelas dia.
Menteri Luhut menegaskan bahwa seluruh anggara yang dikeluarkan untuk acara tersebut akan dikelola secara hemat dan efisien tanpa mengorbankan kenyamanan peserta.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan seperti Asian Games, seluruh infrastruktur dan fasilitas yang dibangun untuk menunjang acara tersebut akan bermanfaat khususnya bagi pariwisata Bali.
“Penggunaan anggaran tetap menjaga pengelolaan yang baik. Seluruh anggaran akan dinikmati Indonesia,” tegas dia.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara juga mengatakan, status Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan bukan diberikan secara cuma-cuma, namun berdasarkan pada berbagai pertimbangan.
“Ini kehormatan bagi Indonesia dan manfaat sebagai tuan rumah akan kembali kepada kita,” imbuh Menteri Rudi.