Ekonomi, Regional

Menteri ekonomi ASEAN sepakati amandemen perjanjian investasi

Perjanjian ACIA merupakan perjanjian investasi kawasan ASEAN yang terdiri atas empat aspek penanaman modal yaitu perlindungan, promosi, fasilitasi, dan liberalisasi investasi, ujar Menteri Enggar

Muhammad Nazarudin Latief   | 24.04.2019
Menteri ekonomi ASEAN sepakati amandemen perjanjian investasi Ilustrasi: Aktivitas perekonomian di Indonesia. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Muhammad Latief

JAKARTA 

Para menteri-menteri ekonomi di ASEAN berkomitmen meningkatkan pelayanan investasi di kawasan dengan mengamendemen ASEAN Comprehensive Investment Agreement/ACIA) di Phuket, Thailand, Selasa.

“Ke depan, setelah perjanjian ini ditandatangani, diharapkan dapat meningkatkan arus investasi langsung ke Indonesia dari negara ASEAN,” ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam siaran persnya, Rabu.

Menteri Enggar di Thailand untuk menghadiri Pertemuan ASEAN Economic Minister Retreat (AEM) ke-25.

“Perjanjian ACIA ini merupakan perjanjian investasi kawasan ASEAN yang terdiri atas empat aspek dari penanaman modal yaitu perlindungan, promosi, fasilitasi, dan liberalisasi investasi.”

Amandemen keempat protocol ACIA ini memuat hal-hal di antaranya pengaturan yang lebih rinci untuk elemen Prohibition of Performance Requirements (PPR) sebagaimana elemen Trade Related Investment Measures (TRIMS) organisasi perdagangan dunia (WTO), Menteri Enggar mengatakan.

Selain itu, mengenai kesepakatan pelarangan elemen terkait pasal “untuk memasok secara eksklusif dari wilayah barang-barang yang diproduksi oleh investasi tersebut ke regional tertentu atau ke pasar dunia” pada pasal PPR dan transisi daftar reservasi ACIA dari format single annex negative list menjadi two annex negative list dalam jangka waktu lima tahun.

Menurut Menteri Enggar, perjanjian ini akan berdampak besar bagi Indonesia, setidaknya dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan keterampilan pekerja, dan peningkatan penerimaan negara seiring makin besarnya investasi.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir atas masuknya investor asing bahkan sudah harus bersiap diri dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.

Indonesia, terus memperbaiki indeks persepsi dalam kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EODB), ujar Menteri Enggar.

Hal ini dibuktikan dengan peluncuran sistem perizinan satu pintu elektronik (Online Single Submission/OSS) yang beroperasi tahun lalu.

“Pengurusan izin usaha di Indonesia yang semakin mudah akan berkontribusi positif ke peningkatan investasi di Indonesia,” ujar dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın