Ekonomi

Mastercard rugi USD30 juta akibat penangguhan operasi di Rusia

Pengeluaran keseluruhan Mastercard melonjak 22 persen menjadi USD1,52 triliun

Aysu Bicer   | 29.04.2022
Mastercard rugi USD30 juta akibat penangguhan operasi di Rusia

ANKARA

Mastercard mengatakan Kamis bahwa keputusannya menangguhkan operasi di Rusia menyebabkan kerugian pendapatan pada kuartal pertama sebesar USD30 juta. 

"Invasi Rusia ke Ukraina menandai awal yang suram hingga 2022 ketika perang kembali ke Eropa untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade," kata CEO Michael Miebach dalam sebuah pernyataan tertulis.

Perusahaan menerbitkan laporan keuangan kuartal pertama 2022 yang menunjukkan bahwa pendapatan bersih melonjak 24 persen menjadi USD5,2 miliar dan laba bersih untuk kuartal tersebut naik 44 persen menjadi USD2,6 miliar, atau USD2,68 per saham.

"Hingga Maret, perjalanan lintas batas berada di atas level 2019 untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai dan melampaui ekspektasi kami," kata Miebach.

"Kami melihat daya tarik yang kuat dalam pembayaran konsumen dan bisnis kecil, cicilan Mastercard, dan pekerjaan kami di seluruh ruang aset digital," tambahnya.

Perusahaan mengatakan pengeluaran uang melalui kartunya melonjak pada kuartal pertam karena pembatasan Covid-19 mereda dan orang-orang kembali melakukan perjalanan dan menghabiskan uang.

Pengeluaran keseluruhan Mastercard melonjak 22 persen menjadi USD1,52 triliun.

“Bahkan dalam konteks lingkungan geopolitik yang menantang ini, kami memulai awal yang kuat pada tahun 2022 dengan pertumbuhan pendapatan dan pendapatan yang kuat karena volume lintas batas tumbuh 53 persen dibandingkan tahun lalu berdasarkan mata uang lokal,” Miebach menggarisbawahi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın