Muhammad Nazarudin Latief
21 Februari 2020•Update: 21 Februari 2020
JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad meluncurkan The National Automotive Policy (Kebijakan Otomotif Nasional/NAP) yang menargetkan kontribusi sebesar RM104.20 miliar atau sekitar USD24 miliar ke Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2030.
Mahathir mengatakan usulan Malaysian Vehicle Project/Proyek Kendaraan Malaysia akan menekankan pada penelitian dan pengembangan (R&D) dan penggabungan teknologi terbaru agar dapat bersaing di pasar domestik dan global.
Cluster teknologi baru serta tenaga kerja ahli baru, terutama di bidang teknik otomotif akan dikembangkan, ujar dia dalam pidatonya.
“Proyek Kendaraan Malaysia diharapkan berkontribusi pada perkembangan ekonomi dengan menggerakkan industri hulu dan hilir -menciptakan permintaan bahan terkait seperti, baja, plastik, karet dan produk petrokimia bermutu tinggi yang akan memicu pertumbuhan lebih lanjut dari sub-sektor ini, ”kata dia.
NAP 2020 menargetkan volume produksi total - terdiri dari kendaraan penumpang (PV) dan kendaraan komersial (CV) - sebanyak 1,47 juta unit pada 2030.
Program ini juga menargetkan volume industri total PV dan CV 1,22 juta unit dan mengharapkan ekspor kendaraan bermotor yang sepenuhnya dibangun (CBU) menjadi RM12.30 miliar atau sekitar USD5 miliar.
Ekspor suku cadang dan komponen otomotif baru sebesar RM28.30 miliar sekitar USD6,6 miliar dan RM10 miliar USD2,3 miliar untuk produk ulang.
Program ini akan menghasilkan 323.000 peluang kerja yang terdiri dari 128.000 peluang kerja di bidang manufaktur, 46.000 aftermarket, robot, 30.000, IoT 44.000.
NAP menargetkan memiliki 1.285 pemasok otomotif yang 400 di antaranya adalah Tier Satu dan 885 Tier Dua dan di bawahnya.