Megiza
JAKARTA
Pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy Brey pada Leader’s Retreat Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Negara 20 atau G20, di Hamburg, Jerman, pekan lalu, dipastikan tidak hanya membicarakan rencana kerja sama.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid menyebut bahwa dalam pertemuan itu Jokowi juga menjelaskan laporan dari dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai perkembangan investasi Spanyol di Indonesia untuk kurun waktu 2012-2016.
KBRI Madrid, dalam keterangannya, mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan yang signifikan dalam nilai realisasi investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) Spanyol di Indonesia. Investasi yang pada 2012 senilai USD 3,1 juta, tercata melonjak hingga USD 56,6 juta pada tahun 2015. Artinya, terjadi kenaikan sekitar USD 53,5 juta di tahun tersebut.
Bahkan, jika dihitung sejak 2010 hingga 2016, nilai investasi asing langsung Spanyol telah mencapai USD 168 juta. Dengan angka tersebut, Spanyol duduk di urutan ke-27 negara-negara yang menanamkan modalnya di Indonesia.
Sedangkan, jika dibandingkan untuk dengan negara-negara Eropa lainnya, Spanyol menempati peringkat 10 setelah Belanda (USD 8.366 juta); Inggris (USD 5.103 juta); Swiss (USD 1.078); Perancis (USD 839 juta); Jerman (USD 685 juta); Luxemburg (USD 620 juta) dan Italia (USD 283 juta).
Pada tahun 2014, KBRI Madrid menyebut, terjadi peningkatan terbesar, mencapai 500% yaitu dari USD 2,9 juta pada tahun 2013 menjadi USD 15,7 juta pada tahun 2014. Kenaikan tersebut terus berlangsung pada tahun 2015 yang meningkat 300 persen menjadi USD 56,6 juta.
Namun pada 2016 realisasi investasi Spanyol di Indonesia hanya mencapai US$ 50,09 juta, turun US$ 6,09 juta. Diketahui, beberapa perusahaan besar Spanyol yang telah menanamkan modalnya di Indonesia antara lain perusahaan minyak Repsol; Airbus Defense & Space yang berasal dari CASA Spanyol yang menanamkan modal di Indonesia sejak 1976, bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk perluasan perusahaan patungan Airbus Indonesia di Bandung; serta Hotel Melia International yang sejak tahun 1981 hingga saat ini telah membuka 13 hotel di seluruh Indonesia, dan masih akan membuka lagi sekitar 10 hotel baru di beberapa destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Selain itu juga terdapat perusahaan fesyen ritel terbesar di Spanyol, Inditex Fashion Retail, yang memproduksi garmen untuk memasok permintaan internasional. Investasi Spanyol di Indonesia periode 2012-2016 yang cenderung terus meningkat antara lain dilatarbelakangi oleh situasi krisis keuangan yang dihadapi oleh Pemerintah Spanyol pada tahun 2009 dan terus bergulir hingga tahun 2013.
Hal itu menyebabkan Pemerintah Spanyol harus menerapkan kebijakan pengetatan anggaran yang berdampak pada sulitnya menciptakan lapangan kerja. Menghadapi situasi anggaran yang ketat tersebut, Pemerintah Spanyol pada tahun 2013-2015 mendorong perusahaan-perusahaan Spanyol untuk mencari mitra di negara-negara yang menyediakan peluang besar, seperti kawasan Timur Tengah dan Asia yang rata-rata mempunyai pertumbuhan ekonomi di atas 4 persen per tahun dan mengadopsi kebijakan yang disebut “Look East Policy”.
Pada tahun 2015 kebijakan tersebut diperkuat dengan penyediaan dana kredit lunak sebesar USD 450 juta bagi perusahaan menengah Spanyol yang akan memperluas ekspansi bisnis ke wilayah Asia.
news_share_descriptionsubscription_contact


