Iqbal Musyaffa
30 Oktober 2017•Update: 30 Oktober 2017
Pemerintah menawarkan sejumlah proyek investasi kepada negara-negara Timur Tengah dan anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) melalui seminar bertema Promosi Proyek Infrastruktur, Energi dan Perdagangan Bagi Peningkatan Arus Investasi dan Volume Perdagangan Antara Indonesia dan Negara-negara Timur Tengah dan Anggota OKI, Senin.
Sejumlah proyek investasi itu di antaranya proyek wisata di Pulau Belitung, Bandara Internasional Kertajati di Sumedang, serta beberapa proyek konstruksi, tambang, dan energi.
Utusan Khusus RI untuk negara-negara Timur Tengah dan anggota OKI Alwi Shihab mengatakan, seminar ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo agar Indonesia memperkuat hubungan kerja sama dan investasi dengan negara-negara Timur Tengah dan OKI.
Pemerintah, menurut dia, ingin mengubah persepsi salah tentang investasi Indonesia yang selama ini dianggap hanya berasal dari Tiongkok, Jepang, Korea, dan Eropa.
“Kita mau negara-negara muslim juga bekerja sama dan berinvestasi di Indonesia,” ujar Alwi.
Menurut dia, Presiden memiliki keinginan kuat untuk menarik minat investor dari banyak negara, termasuk negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim melalui berbagai regulasi untuk mempermudah investasi di tanah air.
“Dan hari ini kita memulai babak baru dalam memperkuat hubungan kerja sama dan ekonomi dengan negara-negara Timur Tengah dan OKI,” tambah dia.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir mengatakan pihaknya siap memfasilitasi dan membantu para pemangku kepentingan, terutama pelaku bisnis dari Timur Tengah.
“Kebijakan luar negeri kita saat ini bukan hanya memperkuat hubungan politik saja, tetapi mulai memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan,” ujar dia.
Pemerintah Indonesia, lanjut Fachir, memiliki prioritas untuk memilih kesepakatan bisnis dan dagang dengan berbagai negara dalam bentuk Preferential Trade Agreement (PTA), Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), ataupun Free Trade Agreement (FTA).
“Kita juga akan membantu negara-negara Timur Tengah dan OKI untuk melakukan interaksi dagang dan bisnis di Indonesia,” tukas dia.
Sejumlah duta besar negara-negara Timur Tengah dan OKI hadir dalam seminar tersebut, di antaranya dari Jordania, Oman, Sudan, Qatar, Nigeria, dan Uni Emirat Arab.