Ekonomi

Defisit neraca perdagangan pengaruhi stabilitas ekonomi jangka pendek

Rupiah diperkirakan menyentuh level psikologis baru di Rp14.700 per dolar AS, sementara IHSG akan berada pada posisi 5.800-5.900 hingga akhir kuaral II 2019

İqbal Musyaffa   | 16.05.2019
Defisit neraca perdagangan pengaruhi stabilitas ekonomi jangka pendek Ilustrasi. (Foto file – Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Iqbal Musyaffa

JAKARTA

Ekonom menilai buruknya kinerja perdagangan Indonesia dapat memengaruhi stabilitas perekonomian pada jangka pendek.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan dampak tersebut terlihat pada kinerja IHSG dan juga nilai tukar rupiah.

IHSG pada penutupan perdagangan sesi I hari ni, Kamis, berada pada posisi 5.917,787 atau melemah 63,10 poin (1,06 persen) setelah pada pembukaan perdagangan tadi berada di posisi 5.973,599.

Memburuknya performa IHSG juga karena investor mengantisipasi memburuknya trade war dengan melakukan flight to quality yaitu memindahkan aset beresiko tinggi ke aset rendah resiko.

“Ini terlihat dari kenaikan Yen Jepang terhadap dollar AS sebesar 2,26 persen dan kenaikan dollar index 0,38 persen sebulan terakhir,” jelas dia, kepada Anadolu Agency, Kamis.

Selanjutnya, Bhima memperkirakan rupiah diperkirakan menyentuh level psikologis baru di Rp14.700 per dolar AS, sementara IHSG akan berada pada posisi 5.800-5.900 hingga akhir kuaral II 2019.

Dia menilai buruknya kinerja perdagangan pada bulan April yang mencatat defisit USD2,5 miliar sebagai dampak dari pelambatan ekonomi global yang berpengaruh pada permintaan bahan baku dan barang setengah jadi dari Indonesia.

“Dalam rantai pasok global, posisi Indonesia juga terimbas oleh perang dagang AS-China. Ekspor ke AS dan China bulan April masing-masing turun 5 persen dan 10 persen secara tahunan,” urai Bhima.

Kemudian, dia menilai perang dagang juga membuat harga komoditas unggulan masih rendah seperti harga CPO, karet, dan batubara sehingga berdampak signifikan terhadap turunnya kinerja ekspor.

Berdasarkan data BPS, ekspor migas juga menurun 42 persen secara tahunan karena rendahnya harga minyak mentah, turunnya permintaan, dan kebijakan pemerintah untuk mengalokasikan pasokan domestik sebagai persiapan BBM jelang arus mudik lebaran.

“Pada sisi impor, negara yang terlibat trade war mengalihkan kelebihan produksinya ke Indonesia,” tambah dia.

Bhima menjelaskan kondisi ini terlihat dari impor barang konsumsi sepanjang April meningkat 24 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan impor spesifik asal China tumbuh 22 persen secara tahunan.

“Kita makin bergantung pada barang dari impor untuk memenuhi kebutuhan khususnya jelang Ramadan dan lebaran,” lanjut dia.

Bhima memperkirakan kinerja net ekspor pada kuartal II masih tumbuh negatif dan ekonomi sepanjang tahun akan terimbas pelemahan net ekspor.

“Outlook ekonomi 2019 hanya tumbuh 5 persen,” prediksi dia.

Bhima menjelaskan pemerintah perlu melakukan beberapa langkah antisipasi untuk memperbaiki kinerja perdagangan pada sisa tahun ini.

Pertama, perluasan pasar ekspor mutlak diperlukan untk diversifikasi risiko perang dagang. Market seperti Afrika utara dan Eropa timur bisa didorong untuk menyerap kelebihan produksi ekspor.

“Pemerintah perlu terus mengendalikan impor barang konsumsi melalui pengawasan ketat di pintu pintu masuk barang impor utama, termasuk pengawasan wajib SNI,” imbuh Bhima.

Kemudian, Bhima menyarankan dilakukannya peningkatan daya saing produk domestik untuk bersaing dengan produk impor asal China.

“Pengaturan porsi barang impor di ecommerce juga perlu dilakukan karena selama ini 97 persen barang di ecommerce adalah produk impor. Porsinya harus diubah dengan regulasi 70 persen wajib produk dalam negeri,” tambah dia.

Kemudian saran selanjutnya adalah dengan memperbaiki neraca migas melalui optimalisasi lifting minyak, percepat pembangunan kilang, konversi penggunaan BBM solar dengan gas khususnya untuk kebutuhan industri, dan mendorong perpres insentif mobil listrik segera keluar.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.