Ekonomi

Bank Indonesia: Aliran modal asing mulai masuk kembali Rp22 triliun

Secara akumulasi year to date hingga tanggal 30 Maret, masih terjadi net outflow pada investasi portofolio di Indonesia sebesar Rp145,1 triliun

Iqbal Musyaffa   | 31.03.2020
Bank Indonesia: Aliran modal asing mulai masuk kembali Rp22 triliun Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Bank Indonesia mengatakan meredanya kepanikan global membuat arus modal asing yang keluar telah berkurang, dan arus modal asing mulai kembali masuk ke Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan aliran modal asing mulai masuk kembali melalui lelang Surat Berharga Negara (SBN) oleh Kementerian Keuangan dengan jumlah yang dimenangkan sebesar Rp22,2 triliun dari total bidding Rp35,15 triliun.

“Minat investor untuk beli SBN masih relatif tinggi, sehingga lelang dimenangkan lebih tinggi dari target Rp15 triliun,” ujar Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa.

Akan tetapi, Perry mengatakan secara akumulasi secara year to date hingga tanggal 30 Maret, masih terjadi net outflow pada investasi portofolio di Indonesia sebesar Rp145,1 triliun.

Net outflow tersebut terdiri dari SBN sebesar Rp131,1 triliun dan Rp9,9 triliun dari saham, serta sisanya dari obligasi korporasi.

“Sebagian besar outflow terjadi pada periode penyebaran virus korona dari 20 Januari hingga 30 Maret dengan total Rp167,9 triliun, sementara sebelum periode tersebut masih terjadi net inflow,” jelas Perry.

Dia menjelaskan net outflow pada periode penyebaran virus korona tersebut terdiri dari SBN sebesar Rp153,4 triliun dan saham Rp13,4 triliun.

Perry mengatakan merebaknya penyebaran virus korona di seluruh negara dengan cepat dan luas hingga AS dan Italia yang jumlah kasusnya saat ini melampaui China membuat kepanikan global sehingga terjadi outflow.

“Alhamdulillah dengan langkah stimulus fiskal dari berbagai negara dan langkah stabilisasi bank sentral membuat kepanikan sedikit mereda, meskipun ketidakpastian masih tinggi,” urai Perry.

Dia menambahkan bahwa meredanya kepanikan yang mengerem laju outflow telah membuat pergerakan nilai tukar membaik.

Pergerakan nilai tukar yang relatif stabil tersebut karena komitmen BI menjaga stabilisasi melalui tiga langkah intervensi di pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN dari pasar sekunder.

“BI telah membeli SBN Rp172,5 triliun yang Rp166,2 triliun di antaranya adalah pembelian SBN dari pasar sekunder yang dilepas investor asing,” ungkap Perry.

Lebih lanjut, Perry mengatakan dalam seminggu terakhir tekanan global mulai mereda, walaupun volatilitas masih tinggi, akibat dari kebijakan stimulus fiskal pemerintah AS sebesar USD2 triliun yang akan ditambah USD600 miliar, serta berbagai kebijakan fiskal dari negara-negara Eropa yang memperkuat kebijakan stabilisasi yang dilakukan berbagai bank sentral.

“Selama seminggu terakhir, nilai tukar bergerak dalam mekanisme pasar baik dan diperdagangkan di level Rp16.350 per dolar AS,” kata Perry.

Perry juga mengatakan terus mendorong para importir ataupun berbagai pihak yang memerlukan dolar agar bisa memenuhinya tidak hanya dari spot, tetapi juga bisa dari DNDF dengan premi yang relatif murah dan bisa melakukan lindung nilai.

“Kami juga sudah berdiskusi dengan Meneg BUMN agar kebutuhan valas BUMN bisa disediakan dari DNDF,” lanjut dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.